SEA Games Vietnam

Pencak Silat Bakal Lakukan Evaluasi Usai Sekembalinya Dari SEA Games Vietnam

Penggawa Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Indonesia telah tiba di Tanah Air setelah bertolak dari Hanoi

Editor: Toni Bramantoro
Tribunnews.com/Alfarizy AF
Wakil Ketua Umum PB IPSI, Erizal Chaniago saat prosesi pengalungan bunga kepada atlet pencak silat Indonesia yang baru tiba setelah bertolak dari Vietnam, Rabu (18/5/2022) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Alfarizy

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Tim Pencak Silat Indonesia tiba di Tanah Air usai mengikuti pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara, SEA Games Vietnam.

Rombongan bela diri asli Indonesia itu tiba di Terminal 3 kedatangan, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tanggerang, Banten sekira pukul 07.15 WIB.

Pada gelaran SEA Games Vietnam kali ini, kontingen Pencak Silat hanya mampu menorehkan satu emas dari target awal empat medali emas.

Kontingen Pencak Silat Indonesia berangkat menuju Hanoi pada Sabtu (7/5/2022) dengan mengirimkan total 31 orang, teridiri dari 21 atlet dan 10 official.

Kendati demikian, Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi 4 Kemenpora, Chandra Bhakti mengatakan pihaknya beserta jajaran Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) akan melakukan evaluasi non-teknis.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi dengan prestasi kawan-kawan atlet yang telah bertanding," ujar Chandra saat ditemui di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Chandra mengatakan, PB IPSI belum mengadopsi aturan terbaru yang telah diterapkan pada berbagai negara.

Imbas dari hal tersebut, kontingen Pencak Silat Indonesia hanya dapat mengumpulkan satu emas, lima perak, dan tiga perunggu.

Wakil Ketua Umum PB IPSI, Erizal Chaniago meminta maaf atas target yang belum tercapai, ia mengaku banyak atlet bahkan tim official Indonesia yang belum mengerti regulasi terbaru.

"Kami (IPSI) memohon maaf kepada Kemenpora, atas belum tercapainya target emas, dan juga beberap atlet bahkan wasit Indonesia belum mengerti regulasi atau aturan yang diterapkan," ujar Erizal. (M39)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved