Pencak Silat Indonesia Kembali Dari SEA Games Vietnam Bertepatan Dengan Ulang Tahun IPSI ke-74

Indonesia harus puas dengan perolehan satu medali emas, lima medali perak dan tiga medali perunggu yang berhasil diamankan oleh penggawa pencak silat

Editor: Toni Bramantoro
Tribunnews.com/Alfarizy AF
Deputi 4 Kemenpora, Chandra Bhakti (kanan) bersama dengan Wakil Ketua Umum IPSI, Erizal Chaniago (berbaju putih kiri) saat perayaan ulang tahun IPSI yang bertepatan dengan kedatangan kontingen pencak silat Indonesia di Sea Games Vietnam, di Terminal 3 kedatangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (18/5/2022) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Tepat pada hari ini (Rabu (18/5/2022) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) genap berusia 74 tahun.

Bertepatan dengan peringatan hari jadi IPSI, kontingen Pencak Silat Indonesia tiba setelah berjuang pada pesta olahraga akbar se-Asia Tenggara di Vietnam.

PB IPSI harus bermawas diri setelah gagal capai target medali dalam gelaran Sea Games ke-31 di Vietnam.

Indonesia harus puas dengan perolehan satu medali emas, lima medali perak dan tiga medali perunggu yang berhasil diamankan oleh penggawa pencak silat Indonesia.

Wakil ketua umum PB IPSI, Erizal Chaniago saat penyambutan kedatangan kontingen pencak silat mengatakan, momentum perayaan ulang tahun IPSI harus menjadi titik awal untuk menjadi lebih baik.

Disela keriuhan dalam acara penyambutan tersebut, segenap atlet dan jajaran kepengurusan yang terdiri dari IPSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melakukan prosesi doa bersama.

Selepas prosesi doa selesai, acara simbolis tiup lilin kue ulang tahun dilakukan oleh Deputi 4 Kemenpora, Chandra Bhakti.

Senada dengan Erizal, pesilat perempuan, Puspa Arum Sari yang memperoleh medali perak pada nomor Seni Tunggal Putri pada Sea Games Vietnam lalu berharap, IPSI dapat terus berkembang menjadi lebih baik.

"Harapannya semoga IPSI bisa semakin baik lagi dan bisa lebih jaya lagi," ucap peraih medali emas pada Asian Games 2018 lalu itu.

Diketahui, IPSI didirikan secara resmi pada 18 Mei 1948 di Surakarta, Jawa Tengah. Ketua umum PB IPSI kini dijabat oleh Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Sekadar informasi, medali emas berhasil diamankan pasangan Riska Hermawan dan Ririn Rinasih yang turun di nomor seni ganda putri.

Riska dan Ririn berhasil menyingkirkan wakil tuan rumah Vietnam Nguyen Thi Thu Ha dan Nguyen Thi Huyen dengan selisih poin yang cukup jauh.

Pasangan ganda putri asal Jawa Barat tersebut mencatat perolehan poin sebesar 9.955 sedangkan pasangan ganda Vietnam 9.925 poin.

Selain satu emas yang ditorehkan lewat seni ganda putri, tim Pencak Silat Indonesia mengantongi, lima medali perak dan tiga perunggu yang terdiri dari:

1. Seni tunggal putri, Puspa Arum Sari
2. Seni beregu putra, Anggi Faisal Mubarok, Asep Yuldan Sani, Nunu Nugraha
3. Tanding kelas B putra (50-55 Kg), Khoirudin Mustakim
4. Tanding kelas C putra (55-56 Kg), Muhamad Yachser Arafa
5. Tanding kelas H putra (80-85 Kg), Ronaldo Neno

Sedangkan tiga medali perunggu dipersembahkan oleh:

1. Tanding kelas J putra (90-95 Kg), Firdhana Wahyu Putra
2. Tanding kelas terbuka putra (95-110 Kg), Tri Juwanda S Bahar
3. Tanding kelas F putri (70-75 Kg), Rahmawati. (M39)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved