Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti Ditarget Pelatih Ini Masuk Elit Dunia

Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian melihat pasangan anyar, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti punya prospek yang bagus.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelatih Ganda Putri Indonesia, Eng Hian melihat pasangan anyar, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti punya prospek yang bagus.

Saat pertama kali dipasangkan, Apriyani/Fadia sukses meraih medali emas di SEA Games Vietnam.

Kemudian pada Indonesia Masters 2022 keluar sebagai runner-up, tapi pada Indonesia Open 2022 ini mereka harus tersingkir pada babak perempat final.

Pelatih yang akrab disapa Koh Didi itu pun berharap, Apriyani/Fadia bisa terus meraih prestasi sehingga masuk dalam delapan raking dunia.

Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian saat merangkul Apriyani yang baru mengalami kekalahan atas pasangan Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan  secara straight game, 21-14, 21-19 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022).
Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian saat merangkul Apriyani yang baru mengalami kekalahan atas pasangan Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan  secara straight game, 21-14, 21-19 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). (Tribunnews/Abdul Majid)

Pasalnya, ranking delapan dunia bakal memudahkan mereka tampil pada Olimpiade Paris 2024.

“Target tentunya secepat mungkin masuk ke top elit dunia, itu bisa kita bilang top 8, di atas 8 itu grade kedua dan kita semua tahu yang juara di turnamen level 500 ke atas rata-rata di grade 1, pasangannya itu-itu saja, yang lainnya kalau juara di super 300, saya sebut di grade kedua,” kata Koh Didi di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022).

“Jadi kita harapkan Apri/Fadia bisa masuk ke grade 1. Kalau tahun ini bisa terealisasi ya akan lebih baik supaya pematangannya lebih panjang lagi menuju olimpiade 2024,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koh Didi menjelaskan untuk persaingan di sektor ganda putri memang tidak banyak perubahan.

Perubahan justru terjadi pada ganda putri Indonesia, di mana Greysia Polii memutuskan untuk pensiun dan Fadia dipasangkan dengan Apriyani.

Meskipun demikian, Koh Didi meyakini, Apriyani yang sudah banyak pengalaman bersaing dengan pemain top level hingga menjuarai Olimpiade Tokyo 2022 bisa membawa  dan membimbing Fadia tampil lebih baik lagi.

“Persaingan ganda putri sendiri tidak banyak bergeser ya, karena saya melihat pasca Olimpiade yang bergeser cuma pasangan kita yang lainnya masih nguber ke 2024,” kata Koh Didi.

“Ini menurut saya yang dalam artian pemain ini jadi saingan Greysia/Apri, paling tidak Apri sudah tahu bagaimana dan kebutuhannya seperti apa. Ini yang kita harapkan Apri bisa bimbing Fadia, bisa kasih tahu, lu harus begini-begini,” pungkasnya,

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved