MotoGP

Marc Marquez Prihatin Para Pembalap di MotoGP 2022 Alami Kesenjangan Gaji

Rider Repsol Honda, Marc Marquez mengaku miris melihat timpangnya gaji yang didapat para rider di MotoGP 2022.

Penulis: Drajat Sugiri
Laman MotoGP
Marc Marquez ketika berada di pit atau paddock Honda saat gelaran MotoGP Italia 2022 di Sirkuit Mugello. 

TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku prihatin dengan masalah gaji antar pembalap di paddock MotoGP 2022 mengalami kesenjangan yang cukup dalam.

Marc Marquez, merupakan pembalap dengan bayaran paling tinggi di pentas MotoGP 2022.

Dia mendapatkan upah 15 juta euro atau sekitar Rp227 miliar per tahun dari tim Honda Racing Corporation (HRC).

Terlebih, dia memiliki jalinan masa bakti 'fenomenal' dengan tim pabrikan asal Jepang itu. Dia dikontrak untuk durasi yang lama, yakni empat tahun (sejak 2020).

Baca juga: MotoGP 2022: Marc Marquez Tetap Rider Terbaik Honda meski Didera Cedera

Pembalap Ducati Australia Jack Miller (Depan), pebalap Honda Spanyol Marc Marquez (tengah) dan pebalap Aprilia Spanyol Aleix Espargaro bersaing di Grand Prix MotoGP Spanyol di arena pacuan kuda Jerez di Jerez de la Frontera pada 1 Mei 2022.
Pembalap Ducati Australia Jack Miller (Depan), pebalap Honda Spanyol Marc Marquez (tengah) dan pebalap Aprilia Spanyol Aleix Espargaro bersaing di Grand Prix MotoGP Spanyol di arena pacuan kuda Jerez di Jerez de la Frontera pada 1 Mei 2022. (JORGE GUERRERO / AFP)

Jarang-jarang ada tim yang langsung berani menggaransi kontrak ridernya untuk tenggat waktu seperti itu. Maksimal, sebuah tim akan memberikan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan.

Satu di antara alasan mengapa situasi tersebut berlangsung lantaran besaran gaji pembalap menjadi sorotan utama.

Kini, banyak rider di MotoGP 2022 mengalami penurunan upah dan besaran satu dengan yang lain tergolong fantastis.

Sebagai contoh saja gaji dari Marc Marquez jika dikumpulkan merupakan seperempat dari pembalap di MotoGP musim ini.

Fakta ini menandakan bahwa ketimpangan soal upah menjadi polemik tersendiri dalam industri ajang balap grand prix roda dua ini.

un begitu, Marquez merasa risih karena sejumlah koleganya menerima gaji yang jauh di bawah yang diterimanya.

Sebagai gambaran, saat menjalani musim perdana MotoGP pada 2019, Fabio Quartararo menerima gaji sekira 80.000 euro per tahun. Angka ini masih banyak diterima para pembalap MotoGP.

Dalam proposal kontrak barunya, Aprilia kabarnya menawari Aleix Espargaro gaji yang lebih kecil daripada yang diterimanya musim ini.

Padahal, Espargaro berperan besar mengembangkan Aprilia RS-GP hingga menjadi motor kompetitif seperti saat ini.

Diskusi soal bahasan gaji pernah disinggung leh seorang pembalap. Dia menyebut seorang rider tak ubahnya badut pertunjukkan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved