MotoGP

MotoGP 2022: Gegara Statusnya sebagai Juara Dunia, Quartararo Takut Dicap Rider Sombong

Quartararo sempat dicap sebagai rider yang sombong setelah menjadi juara dunia MotoGP 2021 lantaran tak bisa memenuhi semua fannya untuk foto.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Claudia Noventa
Filippo MONTEFORTE / AFP
(Dari kiri) Pembalap Ducati Lenovo Team Italia Francesco Bagnaia, Pembalap Prancis Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo, Pembalap Mooney VR46 Racing Ducati Italia Luca Marini, Pembalap Gresini Racing Ducati Italia Fabio Di Giannantonio (kanan) dan sesama pebalap bersaing selama Moto GP Grand Italia Prix ??di trek balap Mugello, Tuscany, pada 29 Mei 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Pamor rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, terus melejit.

Pendukungnya semakin bertambah, apalagi setelah Fabio Quartararo menyandang status sebagai juara dunia MotoGP 2021.

Namun usut punya usut, berkat prestasinya itu, rider berjuluk El Diablo tersebut takut ketika dicap sebagai rider yang sombong.

Baca juga: The New Alien di MotoGP 2022 Sudah Muncul, Alarm Bahaya bagi Marc Marquez Berbunyi

Pembalap Yamaha Prancis Fabio Quartararo berkompetisi selama Moto Grand Prix de Catalunya di Circuit de Catalunya pada 5 Juni 2022 di Montmelo di pinggiran Barcelona. (Photo by Pau BARRENA / AFP)
Pembalap Yamaha Prancis Fabio Quartararo berkompetisi selama Moto Grand Prix de Catalunya di Circuit de Catalunya pada 5 Juni 2022 di Montmelo di pinggiran Barcelona. (Photo by Pau BARRENA / AFP) (AFP/PAU BARRENA)

Quartararo, tampil apik di MotoGP 2022. Dia menjadi kandidat kuat untuk mengulang prestasinya musim lalu.

Diakui oleh pembalap berkebangsaan Prancis, menjadi juara dunia merupakan sesuatu yang 'nagih'.

Namun tidak bisa dipungkiri oleh Quartararo, ada saja sisi negatif yang mengikuti dari sebuah prestasi.

Dia tak jarang dicap sebagai pembalap yang sombong lantaran tak mau melakukan sesi foto ataupun sekedar memberi tanda tangan kepada fan-nya.

"Saya tidak berubah secara pribadi. Namun yang membuatku tidak senang dengan statusku saat ini ialah beberapa orang mulai salah paham," buka Fbaio Quartararo, dikutip dari laman Motosan.

"Saya pernah dicap sombong karna melewatkan beberapa orang untuk meminta foto atau tanda tangan. Ini sulit, saya tidak bisa melakukan semua hal dengan rutinitas yang saya miliki," jelasnya.

"Yang membuatku paling mengganggu adalah menolak (sesi foto atau tanda tangan) bukan karena tidak mau, melainkan memang tidak bisa," terang rider yang pernah membela Yamaha Petronas SRT.

Apa yang diungkapkan oleh Quartararo cukup beralasan.

Sebagai pembalap, waktunya tentu banyak dihabiskan untuk berlatih atau mengurusi set-up motor.

Memang tidak bisa dipungkiri, fan merupakan bagian penting dari seorang atlet.

Namun tidak semua fan bisa dipenuhi permintaannya oleh sang idola. Mirip dengan Fabio Quartararo yang sempat dicap sombong karena melewatkan satu dua fan untuk berswa foto maupun meminta tanda tangannya.

Padahal, Quartararo dikenal sebagai rider paling friendly di paddock tim.

Dia terkenal supel dan mudah bergaul. Pun termasuk dengan rivalnya sekaligus, Quartararo tak memiliki hubungan buruk. Entah itu di dalam ataupun luar lintasan.

"Saya tidak pernah berubah dalam kesehariannya. Namun sebagai pembalap, tentu saja berubah dari segi pengalaman, kedewasaan maupun keputusan yang saya ambil di setiap momennya," pungkas El Diablo.

(Tribunnews.com/Giri)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved