Susan Soebakti Harapkan Federasi Pole Dance Di Indonesia Segera Terbentuk

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menggelar talkshow bertajuk Perempuan dalam Perjuangan Olahraga

Penulis: Toni Bramantoro
Dok. NOC Indonesia
Suasana talkshow bertajuk Perempuan dalam Perjuangan Olahraga, di mana perjuangan komunitas pole dance menjadi tema yang diangkat dalam diskusi tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam mewujudkan misi gender equality (kesetaraan gender) di bidang olahraga, Komisi Women in Sport (WINS) Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menggelar talkshow bertajuk Perempuan dalam Perjuangan Olahraga, di mana perjuangan komunitas pole dance menjadi tema yang diangkat dalam diskusi tersebut.

Ketua Komisi WINS, Susan Soebakti mengatakan talkshow yang diadakan pada Sabtu kemarin itu bentuk atas kerja sama Komisi WINS NOC Indonesia dengan Studio Nyx ini diadakan sebagai perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77.

Secara spesifik menunjukkan peran perempuan dalam mewujudkan kemerdekaan diri yang nantinya dapat berdampak pada gender equality.

“Komite Olimpiade Internasional (IOC) tengah menggaungkan gender equality dalam Olympic Movement. Saya melihat, pole dance menunjukkan perjuangan perempuan, terutama dalam mewujudkan gender equality. Pole dance merupakan cabang olahraga yang bagus. Dengan banyaknya komunitas pole dance, diharapkan federasi pole dance di Indonesia segera terbentuk,” ungkap Susan Soebakti.

Beberapa narasumber yang hadir dalam talk show tersebut adalah Catherine (founder NYX Pole Dance Studio sekaligus pole dancer) serta pesenam nasional Ameera R A.

Catherine yang berkecimpung di pole dance sejak 2015 ini mengapresiasi dukungan Komisi WINS NOC Indonesia dalam mewujudkan gender equality. Sebab, selama ini masih banyak komentar miring di masyarakat mengenai olahraga pole dance karena dianggap mengumbar lekuk tubuh dan sangat lekat dengan image seksi serta dinilai mendiskreditkan perempuan.

Padahal, lanjut Caterine, olahraga pole dance cukup menantang lantaran melatih kelenturan tubuh. Bahkan, pole dance sudah memiliki federasi internasional dan diakui Global Association of International Sports Federation.

"Sementara kalau soal mendiskreditkan perempuan, saya rasa kita hidup di dunia yang sangat kental di budaya patriarki untuk mengapresiasi perempuan di segala bidang. Bukan hanya di bidang olahraga saja, itu sesuatu yang masih menjadi perjuangan kita semua," kata Catherine.

Menurut Catherine, perkembangan pole dance di Indonesia tergolong baik. Ini bisa terlihat dari bertumbuhnya komunitas pole dance di beberapa daerah seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lainnya.

Sementara itu, Ameera yang merupakan atlet gymnastic mengaku dirinya belum pernah mencoba pole dance . Namun, ia merasa tertantang untuk mencoba pole dance karena ia menilai olahraga ini cukup sulit dan membutuhkan fokus yang tinggi. “

“Saya melihat ada kesamaan kekuatan yang dibutuhkan dalam melakukan pole dance dan senam, seperti misalnya strength, flexibility, balance, dan keindahan dalam penampilan lewat koreografinya. Jadi itu mungkin persamaannya dan saya ingin mencoba pole dance,” kata Ameera.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved