Erick Thohir Sebut Presiden Jokowi Undang Presiden FIFA dan Presiden IOC ke Acara G20

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo turut mengundang Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden IOC Thomas Bach pada ajang G20

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
tribunnews.com/majid
Menteri BUMN yang juga IOC Member Erick Thohir bersama dengan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari saat memberikan medali perak Olimpiade 2012 London di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (18/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo turut mengundang Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden IOC Thomas Bach pada ajang G20 nanti di Bali, 15 – 16 November 2022.

Untuk itu dirinya bersama Menpora Zainudin Amali, Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan diminta untuk mengawal hadirnya dua tamu penting tersebut.

Menurut Erick, pada ajang G20 nanti selain membahas soal ekonomi internasional, ada juga pembahasan hal yang lebih memasyarakat salah satunya melalui sepakbola atau olahraga.

“Saya menambahkan saja. Dalam perhelatan G20, saya Pak Menpora, Pak Okto dan Ketua PSSI kami diminta mengawal kedatangan undangan Bapak Presiden karena ada Presiden IOC dan Presiden FIFA untuk ke acara G20,” kata Erick Thohir usai hadir di acara reallocation medal Olimpiade 2012 London kepada Citra Febrianti di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/9/2022).

“Tentu pesan yang mau disampaikan adalah kita jangan terlalu terjebak politik ke politik tapi masyarakat ke masyarakat harus didorong. Tentu hari ini dunia dalam sebuah era dan bahan tarik menarik. ada geopolitik, kemarin baru kesehatan, kita justru membangkitkan kembali semangat dari masyarakat dan tali persaudaraan pada masyarakat,” lanjut Erick.

“Kita patut mengajarkan pada dunia bahwa Indonesia yang memiliki Bhinneka Pancasila ini merupakan pondasi kekuatan bangsa kita yang negara lain harus belajar. Inilah dorongan bapak presiden untuk masyarakat ke masyarakat ini sebuah perbedaan,” terangnya.

Seperti diketahui G20 atau group of twenty merupakan sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. 

G20 merupakan representasi lebih dari 60 persen populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.  Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved