MotoGP

Dicap Tak Nasionalis Gegara Bantu Bagnaia, Zarco: Balapan Enggak Nonton Paspor

Aksi membantu Bagnaia pada GP Thailand akhir pekan lalu membuat Zarco panen pro kontra karena disebut tak nasionalis.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Claudia Noventa
AFP/VLADIMIR SIMICEK
Pebalap Monster Energy Yamaha asal Prancis, Fabio Quartararo dan pebalap Ducati Lenovo asal Italia, Francesco Bagnaia berpelukan setelah balapan MotoGP Austria Grand Prix di arena pacuan kuda Redbull Ring di Spielberg pada 21 Agustus 2022. (Photo by VLADIMIR SIMICEK / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Keputusan rider Pramac Ducati, Johann Zarco, membantu Francesco Bagnaia saat race MotoGP Thailand akhir pekan lalu mengundang tanda tanya besar.

Johann Zarco nampak jelas membantu Francesco Bagnaia mengamankan posisi tiga pada seri ke-16 MotoGP 2022 yang berlangsung di Sirkuit Buriram.

Keberhasilan Bagnaia mengamankan podium ketiga berimbas besar pada tabel klasemen dan perburuan gelar juara dunia MotoGP 2022.

Baca juga: Antara Bagnaia dan Quartararo, Perburuan Juara Dunia MotoGP 2022 Sajikan Sejarah Baru

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing Afrika Selatan Brad Binder (kiri) dan pembalap Spanyol Repsol Honda Marc Marquez (kanan) mengambil tendangan sudut selama balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 25 September 2022 .
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing Afrika Selatan Brad Binder (kiri) dan pembalap Spanyol Repsol Honda Marc Marquez (kanan) mengambil tendangan sudut selama balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 25 September 2022 . (Toshifumi KITAMURA / AFP)

Bagnaia, memang belum beranjak dari posisi kedua. Namun dia terpaut dua poin saja dari pemuncak klasemen MotoGP 2022, Fabio Quartararo (219) yang menggawangi Monster Energy Yamaha.

Sedangkan nasib apes menimpa Quartararo. Rider berjuluk El Diablo ini ini hanya finis di posisi ke-17. Imbasnya, dia tak mendapatkan poin sama sekali.

Aksi Zarco 'membantu' Bagnaia memicu pro kontra.

Pembalap Pramac Ducati ini dicap tak nasionalis.

Gunjingan pun menerpa Zarco karena memilih membantu Bagnaia ketimbang Fabio Quartararo yang notabene-nya berasal dari negara yang sama, Prancis.

Sebagai catatan saja, Quartararo bak pahlawan bagi publik Prancis. Dia menjadi pembalap pertama asal Prancis yang sukses meraih gelar juara dunia kelas premier.

Zarco pun menjawab tudingan mirip yang melabeli dirinya tak nasionalis.

"Saat Anda balapan, tidak mungkin menonton paspor dari negara mana. Saya orang Prancis, dan jelas saya senang dengan keberhasilan Fabio Quartararo menjadi juara dunia," ucap Zarco, seperti yang dikutip dari laman AS.

"Saya tidak berpihak antara Bagnaia ataupun Bagnaia, namun lebih kepada Ducati tengah berada dalam momentum bersejarah," tambah pria yang pernah membela KTM ini.

Apa yang diungkapkan Zarco bukannya tanpa alasan sama sekali.

Pabrikan Italia ini memang tengah berburu gelar juara dunia kategori pembalap kali pertama terhitung sejak edisi 2007.

MotoGP 2007 merupakan terakhir kali The Bologna Bullets ini meraih titel kampiun yang dipersembahkan Casey Stoner.

"Ducati telah menyampaikan tidak ada yang bisa menghalangi kami untuk menang,

akan tetapi untuk hasil lainnya, kami harus bersikap dewasa, dan itu keputusanku (membantu Bagnaia)," sambung Johann Zarco

"Saya orang Prancis tidak memiliki alasan untuk marah kepadaku," pungkas rekan setim Jorge Martin tersebut.

(Tribunnews.com/Giri)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved