French Open 2022

Takluk di Perempatfinal French Open, Bagas/Fikri Mau Revans dari Lu/Yang: Sudah Tahu Pola Main Lawan

Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, yang tersisa di babak perempatfinal harus takluk dari ganda putra Taipei, Lu Ching Yao/Yang Po Han.

Dok: PBSI
Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, saat berhadapan dengan ganda putra Taipei, Lu Ching Yao/Yang Po Han. Peraih titel juara All England itu harus kalah lewat drama rubber game, 16-21,21-18, 21-16, Jumat (28/10/2022). 

Takluk di Perempatfinal French Open, Bagas/Fikri Ingin Revans Dari Lu/Yang: Sudah Tahu Pola Main Lawan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Tim Bulutangkis Indonesia harus merelakan harapan terakhirnya di sektor ganda putra kala berlaga fi di French Open 2022.

Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, yang tersisa di babak perempatfinal harus takluk dari ganda putra Taipei, Lu Ching Yao/Yang Po Han.

Peraih titel juara All England itu harus kalah lewat drama rubber game, 16-21,21-18, 21-16, Jumat (28/10/2022).

Baca juga: Link Live Streaming Semifinal French Open 2022 Mulai Sabtu Sore Ini, Menanti Kejutan Rehan/Lisa  

Pasca-pertandingan yang berlangsung selama 83 menit itu, Bagas/Fikri pun berambisi untuk bisa revans dari Lu/Yang.

"Lawan memang banyak intrik, kami tidak terpengaruh dan tetap memilih fokus di lapangan. Kami berharap ke depannya jika kembali bertemu mereka lagi sudah tahu pola permainannya hingga arah bola akan diarahkan ke mana," kata Bagas.

"Semoga next tournamen kami bisa revans melawan mereka dan meraih kemenangan," tegasnya.

Baca juga: Sorotan Hasil Denmark Open 2022, Adu Pukulan Ajaib, Minions ke Final Seusai Bungkam Sang Juara Dunia

ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri
Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, saat berhadapan dengan ganda putra Taipei, Lu Ching Yao/Yang Po Han. Peraih titel juara All England itu harus kalah lewat drama rubber game, 16-21,21-18, 21-16, Jumat (28/10/2022).

Pada jalannya pertandingan, Bagas/Fikri mengaku sempat tertekan di gim pamungkas, lawan yang bisa tampil lebih percaya diri pun makin sulit untuk dimatikan.

"Pada gim ketiga kami sedikit tertekan, mereka tampil percaya diri dan bisa bangkit sehingga susah dimatikan. Hal itu membuat kami sulit keluar dari tekanan," ucap Fikri.

"Mungkin ke depannya, di saat poin-poin kritis, kami harus lebih yakin lagi dan tidak bermain terburu-buru," lanjutnya.

Setelah turnamen BWF Super 750 ini, Bagas/Fikri dijadwalkan berlaga pada Hylo Open yang berlangsung di Saarbrucken, Jerman 1-6 November mendatang.

Pada partai perdana, Bagas/Fikri akan bersua dengan wakil dari Taipei lainnya, Lee Jhe-Huei Yang/Po-Hsuan.

(Alfarizy/M39)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved