MotoGP
Pecco Bagnaia Pindah Tim Baru, Solusi dari Eks Pembalap Gresini: Aprilia atau Yamaha?
Pecco Bagnaia disarankan pindah tim, eks pebalap Gresini bagian pengalaman miripnya, beri pilihan ke Aprilia atau Yamaha.
TRIBUNNEWS.COM - Kondisi ngenes Pecco Bagnaia selama musim 2025 di kelas premier bersama Ducati pernah dirasakan oleh eks pembalap Gresini, Toni Elias.
Mantan pembalap kelas premier yang menghadiri acara di kanal YouTube, 'DuraLaVita' pada Senin (15/9/2025) lalu memberikan saran kepada Pecco Bagnaia.
Pindah tim jadi solusi yang diberikan kepada Bagnaia dari Toni. Aprilia atau Yamaha dinilai sebagai opsi yang cocok untuk murid Valentino Rossi.
Tapi sebelum memberi saran soal pindah tim, Toni menjelaskan bahwa kondisi yang dialami Bagnaia hampir mirip dengan apa yang pernah terjadi dalam kariernya.
Tepatnya pada musim 2007 ketika dia setim dengan Marco Melandri di Honda Gresini, dia mengalami kondisi yang tak mendukungnya kompetitif di lintasan.
Beberapa hal yang ia coba bersama rekan setimnya tak berjalan dengan baik dan berimbas kepada performanya di lintasan.
Kala itu siasat Toni adalah memberikan usulan kepada timnya yang merujuk pada perubahan kepala mekanik.
Adapun alasannya bukan karena hubungan yang butuk, tetapi berbagai hal yang telah diupayakan tak berjalan dengan baik.
Karena itulah Toni bersama rekan setimnya meminta Gresini untuk merombak jabatan kepala mekanik.
Baca juga: Secercah Harapan Pecco Bagnaia, Casey Stoner Datang ke Garasi Ducati Bantu FB63
"Ketika saya bersama Melandri di Gresini, ada situasi yang mirip. Tidak ada yang berjalan baik, baik untuk Marco maupun saya," ujar Toni menceritakan pengalamannya yang diungkap di YouTube, 'DuraLaVita' dan dikutip Motosan.
"Yang kami usulkan adalah perubahan, dan itu membuahkan hasil. Saat itu, kami mengusulkan pergantian kepala mekanik, bukan karena hubungan yang buruk, tetapi karena segala sesuatunya tidak berjalan baik, tidak nyaman, atau tidak mengalir," tambahnya.
Mantan pembalap asal Spanyol itu melanjutkan ceritanya dan mengatakan semuanya bisa diselesaikan.
Solusi yang ia berikan kepada Honda Gresini kala itu berhasil dengan mengganti kepala mekanik yang lebih baik.
"Itu berhasil untuk kami berdua. Antonio Jiménez bekerja dengan Marco, dan saya bekerja dengan Cecchini. Saya merasa mendapatkan dukungan, seperti tempat berlindung."
"Cecchini memberikan saran psikologis yang penting: 'Saya ingin kamu membalap seperti yang kamu tahu, tanpa harus beradaptasi dengan apa pun. Saya yang akan menyesuaikan motornya untukmu.' Itu adalah kunci," tegasnya.
Kembali melihat kondisi Bagnaia di garasi Ducati, Toni menilai bahwa pembalap asal Italia itu kurang dukungan dari lingkungan sekitar.
Kekurangan itu yang membuat Toni menilai bahwa Bagnaia lebih baik dari lingkungan tersebut dan segera mencari tim baru.
Aprilia atau Yamaha jadi tim yang disebut oleh Toni. Kedua tim tersebut dinilai sebagai angin segar sekaligus memberi harapan baru bagi Bagnaia.
"Saya pikir Pecco saat ini berada dalam siklus di mana dia mungkin kekurangan dukungan. Sangat sulit berada di garasi yang sama dengan Marc Marquez, mengingat situasinya sekarang," tutur mantan pembalap.
"Saya tidak tahu apakah ada kemungkinan, bahkan kecil sekalipun, tapi saya pikir dia harus keluar dari lingkungan ini, keluar dari lingkaran ini sekarang."
"Misalnya, pindah ke tim baru seperti Aprilia atau Yamaha. Angin segar dan harapan baru, karena percikan itu sudah padam, dan dia harus mencarinya lagi," pungkasnya.
Kendati demikian, Bagnaia sampai akhir musim 2026 nanti masih terikat kontrak dengan Ducati Lenovo bersama Marc Marquez.
Apalagi kompatriot Marco Bezzecchi itu merupakan pengembang Desmosedici milik Ducati, otomatis tim Panigale tak akan mudah melepasnya.
(Tribunnews.com/Niken)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pecco-Bagnaia-MotoGP-Prancis-2025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.