Senin, 11 Mei 2026

Alvin dan Avila Bahar Jalani Uji Ketahanan di Sepang, Siap Hadapi Balapan 1.000 KM

Seperti namanya, lomba ini menempuh jarak total 1.000 kilometer, atau sekitar 181 lap di lintasan sepanjang 5,543 km.

Tayang:
HandOut/IST
UJI KETAHANAN - Suasana persiapan di sesi TrackDay khusus berdurasi lima jam nonstop di Sirkuit Sepang, Jumat (10/10/2025). Momen ini dimanfaatkan tim balap Tim Honda Malaysia Racing Team (HMRT) untuk menjalani simulasi balap ketahanan menjelang Sepang 1000 KM (S1K) yang akan digelar 27–29 November mendatang. 

Alvin dan Avila Bahar Jalani Uji Ketahanan di Sepang, Siap Hadapi Balapan 1000 KM
 

TRIBUNNEWS.COM - Tim Honda Malaysia Racing Team (HMRT) memanfaatkan sesi TrackDay khusus berdurasi lima jam nonstop di Sirkuit Sepang, Jumat (10/10/2025), untuk menjalani simulasi balap ketahanan menjelang Sepang 1000 KM (S1K) yang akan digelar 27–29 November mendatang.

Sesi ini menjadi kesempatan langka, karena umumnya TrackDay di Sepang hanya berdurasi 55 menit per sesi dengan jeda dua jam.

Baca juga: Pebalap Avila Bahar Catat Fastest Lap di Round 3 Malaysia Touring Car Championship Sepang

HMRT pun turun dengan formasi tak biasa, pembalap muda Avila Bahar ditemani langsung sang ayah, Alvin Bahar, yang kembali turun ke lintasan untuk mendukung putranya menjalani tes ketahanan penuh.

“Kebetulan saya senang bisa mendampingi Avila merasakan sensasi test ketahanan di Sepang Circuit,” ujar Alvin usai sesi.

“Kami tiba di Kuala Lumpur siang hari dan langsung menuju sirkuit. Tes berjalan lancar, Avila pun gembira dengan hasilnya,” kata dia.

Simulasi selama lima jam itu menjadi uji penting bagi performa Honda Civic FE milik HMRT, termasuk ketahanan mesin, konsumsi bahan bakar, serta stabilitas ban di lintasan dengan suhu tinggi.

Meski tidak diperkuat rekan-rekan satu tim lain yang berhalangan hadir, Avila tetap mampu menuntaskan sesi dengan konsisten dan tanpa kendala berarti.

“Kami puas dengan hasil tes ini. Di sela-sela persiapan menuju MFOS Round 3–4 di Mandalika akhir Oktober nanti, kami masih bisa menjalani uji ketahanan penting ini,” tambah Alvin, yang bersama Avila dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Sabtu (11/10/2025).

Dengan uji coba ini, HMRT menandai tahap akhir persiapan mereka menuju ajang Sepang 1000 KM 2025, balapan ketahanan delapan hingga sembilan jam yang menuntut kekuatan fisik, strategi pit stop, serta daya tahan mobil secara menyeluruh.

UJI KETAHANAN - Suasana persiapan di sesi TrackDay khusus berdurasi lima jam nonstop di Sirkuit Sepang, Jumat (10/10/2025). Momen ini dimanfaatkan tim balap Tim Honda Malaysia Racing Team (HMRT) untuk menjalani simulasi balap ketahanan menjelang Sepang 1000 KM (S1K) yang akan digelar 27–29 November mendatang.
UJI KETAHANAN - Suasana persiapan di sesi TrackDay khusus berdurasi lima jam nonstop di Sirkuit Sepang, Jumat (10/10/2025). Momen ini dimanfaatkan tim balap Tim Honda Malaysia Racing Team (HMRT) untuk menjalani simulasi balap ketahanan menjelang Sepang 1000 KM (S1K) yang akan digelar 27–29 November mendatang. (HandOut/IST)

Seputar Balapan Sepang 1000 KM

Sepang 1000 KM (S1K) adalah ajang balap ketahanan bergengsi yang digelar setiap tahun di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Seperti namanya, lomba ini menempuh jarak total 1.000 kilometer, atau sekitar 181 lap di lintasan sepanjang 5,543 km.

Balapan biasanya berlangsung selama 8 hingga 9 jam, tergantung kondisi cuaca dan strategi tim.

S1K menjadi salah satu ajang motorsport paling menantang di Asia Tenggara karena menguji bukan hanya kecepatan, tetapi juga konsistensi, ketahanan mobil, serta kemampuan tim dalam manajemen waktu dan sumber daya.

Ajang ini pertama kali digelar pada tahun 2009, menggantikan Malaysia Merdeka Endurance Race (MMER) untuk kategori mobil berkapasitas kecil hingga menengah.

S1K fokus pada mobil-mobil produksi massal dengan kapasitas mesin di bawah 1.600 cc dan 1.800 cc, yang telah dimodifikasi sesuai regulasi balap.

Kelas ini memungkinkan banyak tim regional—termasuk dari Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura—untuk berpartisipasi tanpa biaya sebesar ajang endurance internasional seperti GT atau LMP.

Keunikan S1K terletak pada konsep endurance untuk mobil harian. Banyak tim menggunakan basis mobil populer seperti Honda Civic, Toyota Vios, Suzuki Swift, dan Proton Satria, yang dirombak total untuk menghadapi ketahanan tinggi di lintasan.

Tantangan utamanya bukan hanya menjaga kecepatan, tetapi memastikan mobil mampu bertahan dari tekanan panas, degradasi ban, dan efisiensi bahan bakar selama ratusan lap tanpa mengalami kerusakan fatal.

Strategi pit stop untuk penggantian pembalap, bahan bakar, serta ban menjadi faktor penentu kemenangan.

Selain menjadi wadah adu kecepatan, S1K juga menjadi ajang pengembangan talenta pembalap muda dan uji teknologi kendaraan produksi.

Pabrikan seperti Honda Malaysia, Toyota Gazoo Racing Malaysia, hingga tim independen menjadikan event ini sebagai laboratorium performa untuk kendaraan mereka.

Pembalap muda yang tampil di S1K kerap melanjutkan karier ke ajang lebih tinggi seperti Asian Touring Car Championship (ATCC) atau TCR Asia.

Dari sisi atmosfer, S1K dikenal dengan nuansa balapan malam tropis yang dramatis. Start biasanya dilakukan siang hari dan berakhir menjelang malam, dengan perubahan suhu ekstrem yang menuntut adaptasi konstan dari pengemudi dan kru pit.

Kombinasi daya tahan fisik, disiplin strategi, serta keharmonisan tim membuat Sepang 1000 KM menjadi simbol ketangguhan dalam dunia balap Asia Tenggara—sebuah kompetisi di mana kecepatan hanyalah separuh dari perjuangan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved