MotoGP
Bocor Ordal Ducati, Marc Marquez Nakal Pilih Motor Jelek untuk Kalahkan Pecco Bagnaia
Isu Marc Marquez nakal sengaja memilih motor jelek pada MotoGP 2025 untuk kalahkan Pecco Bagnaia di Ducati.
Ringkasan Berita:
- Tudingan Marc Marquez sengaja main nakal dengan memilih motor yang sulit dikendalikan untuk kalahkan Pecco Bagnaia
- Isu ini disampaikan oleh mantan pembalap Suzuki, Chris Vermeulen, yang mendapatkan cerita dari internal eks Ducati
- Marc Marquez memiliki kelebihan dalam memaksimalkan kekurangan sebuah motor, bahkan sejak saat di Repsol Honda
TRIBUNNEWS.COM - Kabar miring berembus ke arah Marc Marquez yang disebut sengaja memilih motor jelek dan sulit dikendalikan pada MotoGP 2025 untuk permalukan Francesco 'Pecco' Bagnaia.
Isu 'kenakalan' Marc Marquez ini disampaikan oleh mantan pembalap MotoGP (2006-2009) yang pernah membela Suzuki, Chris Vermeulen.
Mantan pembalap MotoGP kelahiran Australia 19 Juni 1982 ini mendapatkan cerita tersebut dari internal yang pernah bekerja di tim garasi Ducati MotoGP.
Seperti diketahui, Marc Marquez sukses meraih gelar juara dunia MotoGP 2025. Bahkan pembalap asal Catalunya, Spanyol ini memastikannya ketika balapan masih menyisakan lima seri.
Marquez memberikan gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya untuk Ducati saat kali pertama memperkuat pabrikan Bologna, Italia tersebut.
Manis itu semakin terasa ketika Marquez unggul telak dari sang rekan segarasi, Pecco Bagnaia. Alih-alih bisa konsisten bersaing dengan Marquez, Pecco, yang notabene-nya juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, justru terseok-seok.
Masalah terhadap motor membuat Italiano asal Turin ini finis di posisi lima tabel klasemen akhir MotoGP.
Di balik sukses Marquez, menjadi rahasia umum bahwa Desmosedici GP25 milik Ducati bermasalah. Pecco, Fabio Di Giannantonio, VR46), dan bahkan Marquez, mengeluhkan masalah motor mereka.
Hanya saja sikap berbeda dimiliki ketiga pembalap penunggang Ducati GP25 itu. Jika Pecco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio sangat vokal menyerukan kesulitan mengendalikan motor, lain cerita dengan Marquez.
MM93 memang sempat menyampaikan hal yang serupa, tetapi tidak sevokal kedua rekannya itu.
Hal ini memantik Chris Vermeulen untuk bereaksi. Menurutnya, Marc Marquez memang sengaja mendorong Ducati untuk menggunakan motor bermasalah itu di MotoGP 2025.
Baca juga: Update Transfer Pembalap MotoGP: Buka Pintu Keluar Quartararo, Yamaha Pilih Bagnaia atau Bastianini?
Alasannya jelas, saat dirinya mampu menekan kelemahan dan memaksimalkan kemampuan GP25, tetapi Bagnaia dan Diggia justru kesulitan. Ini memberikan keuntungan nyata bagi MM93.
"Ada seorang pria yang saya kenal dan pernah bekerja sama bertahun-tahun lalu, dia tidak lagi di Ducati tetapi sudah lama berada di paddock dan memiliki teori tentang ini: dia mengatakan bahwa Marc menyadari motor 2025 tidak lebih baik daripada motor 2024, tetapi dia tahu dia bisa mengendarainya, dan Pecco tidak bisa. Jadi dia mendorong Ducati untuk mendapatkan motor ini," ujar Vermeulen, dikutip dari laman MOWMAG.
Riil or Fake?
Eks rider Suzuki di MotoGP dan WSBK ini tidak yakin bahwa cerita itu benar adanya. Tetapi dia tidak 100 persen menutup kemungkinan 'kenakalan' Marquez itu tidak ada.
Tapi catatan jelas dimiliki Marc Marquez. Dalam kariernya sejak debut di kelas premier 2013, Marc Marquez selalu mengalahkan rekan setimnya, khususnya sejak berada di garasi Repsol Honda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marquez-vs-Bagnaia-MotoGP-Italia-2025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.