Minggu, 18 Januari 2026

MotoGP

Fakta Garasi Jomplang Marc Marquez dan Pecco Bagnaia, Insinyur Ducati Sudah Tentukan Anak Emasnya

Insinyur Ducati disebut lebih senang mendengarkan masukan Marc Marquez ketimbang Pecco Bagnaia jelang dimulainya MotoGP 2026.

MotoGP
MARQUEZ DAN BAGNAIA - Momen dua pebalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia dan Marc Marquez berpelukan setelah keduanya mengamankan podium pertama dan kedua di Parc Ferme Sirkuit Motegi, pada 27 September 2025. Para insinyur Ducati lebih senang ke Marc Marquez ketimbang Pecco Bagnaia. (Foto: Laman MotoGP) 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Mau serapat apapun ditutupi, realitanya Ducati secara tidak langsung sudah menjatuhkan siapa 'anak emasnya' dalam susunan pembalap tim pabrikan untuk MotoGP 2026.

Garasi Francesco 'Pecco' Bagnaia tidak lagi semenarik dulu bagi para insinyur Ducati Lenovo Team sejak Marc Marquez datang bergabung pada MotoGP 2025.

Adaptasi apik, skill di atas rata-rata, dan pribadi yang humble membuat Marc Marquez menghadirkan magnet baru di antara kru Ducati

Di sebelah, Pecco Bagnaia yang memberikan dua gelar juara dunia MotoGP musim 2022 dan 2023 bagi Ducati, perlahan mulai ditepikan.

EKSPRESI BAGNAIA - Pembalap Italia besutan Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, di atas motornya sebelum main race MotoGP Prancis 2025 di Sirkuit Le Mans, pada 11 Mei 2025 dimulai. (Foto: Ducati Lenovo)
EKSPRESI BAGNAIA - Pembalap Italia besutan Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, di atas motornya sebelum main race MotoGP Prancis 2025 di Sirkuit Le Mans, pada 11 Mei 2025 dimulai. (Foto: Ducati Lenovo) (Ducati.com)

Berulang kali petinggi Ducati Lenovo Team Gigi Dall'Igna dan Davide Tardozzi menampik bahwa mereka sudah menentukan 'status' pembalap 1 dan 2 di garasi mereka.

Tetapi hasil jomplang dari Marc Marquez dan Pecco Bagnaia perlahan menggiring arah mana pembalap yang akan didengarkan.

Jurnalis MotoGP Jack Appleyard dalam sebuah poadcast Motorsport Republica, menjelaskan perubahan mencolok di garasi Ducati Lenovo Team. Di mana para insinyur Ducati lebih ramai dan condong ke Marquez ketimbang Bagnaia.

“Saya rasa Marc memiliki aura tersendiri yang dapat kita rasakan sebagai jurnalis, dan tentu saja para pembalap lain juga merasakannya," buka Appleyard dalam podcastnya, yang dilansir MotoGPNews.

“Bagnaia ditanya tentang hal ini berulang kali, dan dia bersikeras bahwa ini bukan efek Marc Marquez. Tidak masalah dia adalah rekan satu timnya, tetapi itu pasti berdampak."

“Dia (Marquerz-red) adalah anak emas Ducati. Saat dia masuk ke pit, setelah setiap sesi, ada Gigi Dall'Igna yang menunggu untuk berbicara dengannya, menunggu untuk memahami apa yang ingin dia sampaikan."

Hal berbeda nampak dari garasi Pecco Bagnaia. Ketika pembalap asal Turin itu selesai merampungkan sesi balapan, tidak serta-merta para insinyur menghampirinya.

Pecco Bagnaia harus menunggu beberapa saat untuk didengarkan masukannya setelah Marc Marquez.

“Dia (Bagnaia-red) akan duduk, dan dia harus menunggu beberapa saat sampai orang-orang datang dan mendengarkan pemikirannya karena mereka ingin mendengar dari Marc terlebih dahulu. Dan itu jelas akan berdampak," ungkap Jack Appleyard menceritakan.

Bagnaia Disudutkan

Team Manager Ducati untuk MotoGP, Davide Tardozzi, menguatkan pernyataan bahwa Marc Marquez sudah menjadi anak emas di timnya.

Dia memuji bagaimana cara berkomunikasi pembalap berusia 32 tahun tersebut membuat para insinyur Ducati senang dengannya.

Baca juga: Bocor Ordal Ducati, Marc Marquez Nakal Pilih Motor Jelek untuk Kalahkan Pecco Bagnaia

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved