Sabtu, 30 Mei 2026

paraatletik

Lebih dari Sekadar Medali: Perjalanan Desta Menjemput Pilihan Hati di Lintasan Lari

Cerita Desta Listyawati, dari mengenal atletik di Kelas Khusus Olahraga di Boyolali, kini merajut mimpi jadi atlet kelas dunia.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri
NPC Jawa Tengah
PARA ATLETIK - Para Atletik nomor sprinter kelas T47, Desta Listyawati, berpose untuk profil sebagai atlet besutan National Paralympic Committee of Indonesia (NPC) Jawa Tengah. Dok/NPC Jawa Tengah 
Ringkasan Berita:
  • Desta Listyawati, para atletik muda yang berprestasi lewat naungan National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia)
  • Cerita Desta yang mengenal atletik dari kelas khusus olahraga di Boyolali, Jawa Tengah, tergugah untuk tekun berlatih
  • Hasil manis perlahan didapat Desta selaku atlet disabilitas muda, perlahan merajut mimpi menjadi para atletik kelas dunia

TRIBUNNEWS.COM - Lapangan Sriwedari di Solo jadi tempat latihan atlet disabilitas, Desta Listyawati, yang kini tengah giat berlatih di cabang olahraga (cabor) atletik nomor sprinter kelas T47.

Keterbatasan fisik sering kali dianggap sebagai halangan. Namun, bagi seorang atlet muda asal Boyolali yang akrab disapa Desta tengah meniti karier di dunia atletik disabilitas,

Lintasan lari sekarang menjadi tempat ia menemukan definisi baru tentang mimpi. Desta menekuni atletik bukan dari ambisi besar, melainkan dari sebuah keberanian untuk mencoba.

Berawal dari Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA Negeri 1 Simo Desta memulai mimpinya menuju ke event daerah, nasional, hingga internasional lewat cabor para atletik.

lihat fotoPARA ATLETIK - Para Atletik nomor sprinter kelas T47, Desta Listyawati, berlatih di Lapangan Sriwedari, Solo, dengan Karomah Isnaini, pada Selasa (13/1/2026). Tribunnews Solo/Niken Thalia
PARA ATLETIK - Para Atletik nomor sprinter kelas T47, Desta Listyawati, berlatih di Lapangan Sriwedari, Solo, dengan Karomah Isnaini, pada Selasa (13/1/2026). Tribunnews Solo/Niken Thalia

"Ketika saya mulai sekolah di KKO SMA Negeri 1 Simo. Awalnya saya hanya mencoba dan belum sepenuhnya menyukai olahraga cabor atletik ini," kenang Desta.

Seiring waktu,  keraguan Desta mulai terkikis oleh disiplin berlatih. Ia menilai keputusan ini tak hanya sekadar coba-coba. Tumbuhlah menjadi keyakinan mendalam.

"Seiring berjalannya waktu saya merasa olahraga bukan sekadar untuk coba-coba, melainkan pilihan hati saya dan juga memotivasi saya untuk membuktikan pada diri sendiri bahwa saya mampu berkembang dan berprestasi seperti atlet yang lain," tegasnya.

Dukungan pun tak putus mengalir dari lingkaran terdekat. Orang tua, pelatih, dan keluarga menjadi jangkar saat ia merasa goyah. 

"Saat saya merasa ragu dan hampir menyerah, mereka selalu memberi dukungan, doa, dan motivasi untuk saya serta mengingatkan untuk tetap percaya pada proses dan kemampuan diri saya sendiri."

Menaklukkan Ketidakseimbangan

Perjalanan Desta sebagai atlet muda yang baru meniti karier jelas tak mudah. Tantangan terbesarnya bersifat teknis sekaligus fisik, yakni keseimbangan. Memiliki kekuatan yang berbeda antara tangan kanan dan kiri bukanlah perkara mudah bagi seorang pelari.

"Awalnya terasa sulit, tapi melalui latihan yang konsisten, justru hal itu menjadi kekuatan saya dalam menjaga ritme dan fokus saat bertanding," ungkapnya.

Baca juga: NPC Indonesia Targetkan 2 Emas di Paralimpiade Paris 2024 Dari Cabor Para Badminton dan Atletik

Ia menyiasati dengan modifikasi besar dalam teknik latihan dengan menyesuaikan porsi latihan sesuai kondisi tubuhnya, diiringi dengan penguatan fisik yang lebih terarah dari pelatih.

Terlebih ia menjelaskan bahwa kondisi tangan kanan kiri memiliki kekuatan yang berbeda.

"Tantangan terbesar saya adalah menyesuaikan kekuatan dan keseimbangan tubuh saya saat berlari karena tangan saya yang kanan dan kiri mempunyai kekuatan yang berbeda. Awalnya terasa sulit, tapi melalui latihan yang konsisten, justru hal itu menjadi kekuatan saya dalam menjaga ritme dan fokus saat bertanding," jelasnya.

Di balik proses adaptasi dan latihan yang berat, ada sosok pelatih, Karomah Isnaini yang akrab disapa Mbak Neni, setia mendampingi Desta dalam prosesnya berlatih sehari-hari.

"Mbak Neni bukan hanya seorang pelatih, tapi juga pendamping yang membantu saya berkembang menjadi lebih baik lagi," terangnya.

Makna Kemenangan

Proses panjang yang dilalui oleh Desta berujung manis. Dibuktikan dengan capaiannya yang telah menjajaki berbagai kompetisi dari tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. 

Terdapat satu momen yang paling membekas adalah saat ia menginjakkan kaki di Thailand untuk ajang World Abilitysport Youth Games 2024.

"Itu merupakan pengalaman pertama saya bertanding di luar negeri sehingga memotivasi saya lebih semangat lagi berlatih untuk berprestasi," paparnya.

Meski koleksi medali mulai terkumpul, ia memiliki pandangan yang sangat dewasa tentang arti sebuah kesuksesan.

Juara 1 lari 100m putri World Abilitysport Youth Games Thailand 2024 ini menuturkan medali adalah bonus. Kemenangan sesungguhnya adalah ketika dia bisa tampil percaya diri.

"Bagi saya medali adalah bonus. Kemenangan yang sesungguhnya menurut saya adalah ketika saya bisa percaya diri, berkembang, dan tidak menyerah jika kalah dalam berlaga," tegasnya mengungkapkan.

Mengharap Kesetaraan

Di luar lintasan, Desta adalah seorang mahasiswa yang menikmati dinamika perkuliahan. Kampus menjadi tempat ia merasa menjadi "diri sendiri" sepenuhnya.

"Di lingkungan perkuliahan, saya merasa biasa saja dengan kondisi fisik saya, karena memiliki teman-teman yang menerima dan memperlakukan saya dengan baik serta dosen-dosen yang memaklumi keterbatasan fisik saya."

Namun, ia sadar masih ada ganjalan di tengah masyarakat mengenai cara pandang ke atlet disabilitas. Ada satu miskonsepsi yang ingin ia ubah. 

"Anggapan mereka bahwa atlet disabilitas selalu membutuhkan belas kasihan, padahal kami selalu disiplin berlatih, mengejar target dan berprestasi sama seperti atlet yang lainnya," katanya.

Kini, ia terus berlari mengejar mimpi yang lebih besar. Ia ingin terus berkembang sebagai atlet muda dan berharap suatu hari nanti, olahraga disabilitas di Indonesia mendapatkan kesempatan dan dukungan yang setara.

Baginya, ini bukan tentang meminta rasa iba, melainkan tentang menuntut ruang untuk dihargai atas dasar prestasi.

Profil Atlet NPC Junior

Nama: Desta Listyawat

Usia: 19 tahun

Asal: Boyolali 

Status: Mahasiswa UNS 

Cabang Olahraga: Atletik 

Nomor Cabor: Sprinter kelas T47

Prestasi Desta Listyawati

-Juara 3 lari 200m putri PEPARPROV 2023

-Juara 3 lari 100m putri PEPARPROV 2023

-Juara 3 lari 100m putri POPDA KAB.BOYOLALI 2023

-Juara 2 lari 400m putri PEPARNAS 2024

-Juara 3 lari 200m putri PEPARNAS 2024

-Juara 3 lari 100m putri PEPARNAS 2024

-Juara 1 lari 100m putri POPDA KAB.BOYOLALI 2024

-Juara 1 lari 100m putri World Abilitysport Youth games Thailand 2024

-Juara 2 lari 200m putri World Abilitysport Youth games Thailand 2024

-Juara 2 lari 400m putri World Abilitysport Youth games Thailand 2024

-Juara 1 lari 100m putri Kejurprov Jateng 2025

-Juara 1 lari 200m putri Kejurprov Jateng 2025

-Juara 2 lari 100m putri Asian youth para games Dubai 2025

-Juara 2 lari 200m putri Asian youth para games Dubai 2025

-Juara 2 lari 400m putri Asian youth para games Dubai 2025

(Tribunnews.com/Niken)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved