Rabu, 13 Mei 2026

MotoGP

Sisi Lain Marc Marquez, Cosplay Pelindung Pecco Bagnaia di Tengah Keterpurukan

Bos Ducati, Davide Tardozzi ungkap peran Marc Marquez saat Pecco Bagnaia terpuruk justru jadi pelindung murid Valentino Rossi.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Dwi Setiawan
MotoGP
MARQUEZ DAN BAGNAIA - Momen dua pebalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia dan Marc Marquez berpelukan setelah keduanya mengamankan podium pertama dan kedua di Parc Ferme Sirkuit Motegi, pada 27 September 2025. Peran Marquez lindungi Pecco Bagnaia. (Foto Arsip September 2025). (Foto: Laman MotoGP) 

Ringkasan Berita:
  • Bos Ducati, Davide Tardozzi, ungkap sisi lain Marc Marquez ketika tengah mendominasi balapan yang justru jadi pelindung Pecco Bagnaia
  • Tardozzi mengaku diberi masukan oleh Marquez soal sikap tertentu agar tak membuat Bagnaia terusik
  • Fakta menarik tersebut yang jadi sorotan unik di garasi Ducati dalam gelaran MotoGP 2025

TRIBUNNEWS.COM - Bos Ducati, Davide Tardozzi ungkap peran menarik Marc Marquez tatkala partnernya di garasi Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, terpuruk justru jadi pelindung murid Valentino Rossi.

Rekan Gigi Dall'igna menegaskan bahwa ada sikap Marquez yang menarik perhatian dari Tardozzi terkait wejangan sang rider agar tak mengusik Pecco Bagnaia yang tengah kacau performanya pada 2025.

Marc Marquez dinilai membantu dan melindungi rekan setimnya selama beberapa momen tersulitnya di musim MotoGP 2025 sebagaimana apa yang diungkap Tardozzi lewat Motorsport.com.

Juara dunia tiga kali, Bagnaia, melewati apa yang dianggap banyak orang sebagai musim terburuknya di kelas utama tahun lalu. Ia kesulitan dengan karakter motor GP25 yang menurutnya tidak cocok dengan gaya balapnya.

lihat fotoPECCO BAGNAIA - Pebalap besutan Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, asal Italia, saat menunggangi motor di grid Sirkuit Misano dalam gelaran MotoGP San Marino 2025 pada sesi sprint race, Sabtu (13/9/2025). Secercah harapan bagi Bagnaia. (Foto Arsip September 2025). (Foto: Laman Ducati)
PECCO BAGNAIA - Pebalap besutan Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, asal Italia, saat menunggangi motor di grid Sirkuit Misano dalam gelaran MotoGP San Marino 2025 pada sesi sprint race, Sabtu (13/9/2025). Secercah harapan bagi Bagnaia. (Foto Arsip September 2025). (Foto: Laman Ducati)

Penurunan performa ini terjadi bersamaan dengan kedatangan Marquez di garasi pabrikan, di mana pembalap Spanyol itu mendominasi kejuaraan dengan 11 kemenangan dan delapan pole position.

Perbedaan hasil tersebut memperumit dinamika internal Ducati, terutama karena Bagnaia sebelumnya adalah pembalap tersukses merek tersebut.

Baca juga: Pedro Acosta Dampingi Marc Marquez di MotoGP 2027, Ducati Bodoh Buang Kesempatan Emas

Kedua belah pihak mengakui adanya rasa frustrasi yang meningkat, bahkan secara terbuka mengatakan bahwa mereka mulai kehilangan kesabaran satu sama lain, sementara Marquez memastikan Ducati tetap berada di puncak MotoGP hampir setiap akhir pekan.

Namun, saat Ducati bersiap memulai kembali hubungan dengan Bagnaia pada 2026, Tardozzi mengungkapkan bahwa Marquez memainkan peran kunci dalam meredakan ketegangan dan melindungi rekan setimnya yang asal Italia itu selama masa-masa sulit.

"Saya akan memberi tahu Anda sesuatu yang hanya saya sampaikan kepada sangat sedikit orang," kata Tardozzi mengungkapkan.

"Percayalah ketika saya katakan bahwa dalam momen-momen sulit bagi Pecco, terutama dalam dua kesempatan yang sangat spesifik, Marc memberi tahu saya untuk melakukan atau tidak melakukan hal-hal tertentu agar tidak mengganggunya (Bagnaia)."

"Karena dia (Marquez) sedang melaju sangat baik dan khawatir akan mengganggu ketenangan Pecco," tambahnya.

Bagi Tardozzi, sikap yang ditunjukkan oleh Marquez belum pernah ia temui dari pembalap lainnya sepanjang kiprahnya di kelas balap MotoGP.

Menurut sang bos, apa yang dilakukan kakak Alex Marquez ketika partnernya terpuruk, merupakan bentuk melindungi Pecco Bagnaia.

"Saya belum pernah melihat hal itu pada pembalap lain. Sebuah perilaku yang membantu dan melindungi Pecco, mencoba untuk meredam antusiasme atas kemenangan-kemenangannya sendiri," terang pria asal Italia itu.

"Saya tidak ingin mengatakan kapan dan di mana dua situasi itu terjadi, karena itu tidak adil, tetapi itu menunjukkan cara bersikap yang menurut saya merupakan ciri orang hebat, orang yang sangat baik," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved