BWF World Tour
Indonesia Juara Umum Thailand Masters 2026, Eng Hian: Hasil Program Pembinaan 2025 PBSI
Indonesia sukses merebut empat gelar juara dan dua posisi runner-up, sekaligus memastikan diri keluar sebagai juara umum.
Indonesia Juara Umum Thailand Masters 2026, Eng Hian: Hasil Program Pembinaan 2025 PBSI
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim bulutangkis Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di ajang Thailand Masters 2026.
Dalam turnamen yang merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 300 tersebut, Indonesia sukses merebut empat gelar juara dan dua posisi runner-up, sekaligus memastikan diri keluar sebagai juara umum.
Baca juga: Update Ranking BWF setelah Thailand Masters 2026, Rekor Adnan/Indah dan Raymond/Joaquin
Keberhasilan ini terasa istimewa karena mayoritas gelar yang diraih menjadi gelar Super 300 pertama bagi para atlet Indonesia, dengan latar belakang perjalanan karier yang berbeda-beda.
Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi langsung mencuri perhatian dengan menjuarai sektor ganda putri. Thailand Masters 2026 menjadi turnamen kedua bagi keduanya sebagai pasangan baru, setelah sebelumnya melakoni debut di Indonesia Masters pekan lalu.
Di sektor ganda putra, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando menandai kebangkitan performa mereka dengan meraih gelar Super 300 pertama sebagai pasangan. Capaian ini melengkapi prestasi sebelumnya ketika mereka sukses menjuarai turnamen level Super 500 Korea Open 2024.
Sementara itu, pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga mencatatkan tonggak penting dalam karier mereka. Gelar Thailand Masters 2026 menjadi gelar World Tour pertama sekaligus gelar Super 300 perdana bagi pasangan tersebut.
Dari sektor tunggal putra, Muhammad Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan. Setelah sebelumnya mengoleksi gelar Super 100 dan medali perak SEA Games, Ubed kini berhasil naik kelas dengan menjuarai turnamen level Super 300.
Selain empat gelar juara, Indonesia juga meraih dua posisi runner-up. Hasil tersebut disumbangkan dari sektor ganda putra melalui pasangan muda Raymond Indra/Nicholas Joaquin, yang pada pekan sebelumnya juga finis sebagai runner-up Indonesia Masters 2026 Super 500, serta dari sektor ganda campuran lewat Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menilai pencapaian ini sebagai buah dari program pembinaan yang dijalankan sepanjang 2025 dengan fokus pada regenerasi atlet.
“Prestasi di awal tahun 2026 ini merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025. Kami memfokuskan diri pada regenerasi, dengan harapan prestasi atlet-atlet muda dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Eng Hian dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).
“Sesuai arahan Ketua Umum PBSI, tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun prestasi. Kami menginginkan hasil dari program yang telah dijalankan pada tahun 2025 dapat dilanjutkan dengan peningkatan pencapaian prestasi, khususnya pada turnamen level Super 500 ke atas, sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada Mei 2027,” terangnya.
Lebih lanjut, Eng Hian juga mengatakan bahwa prestasi Thailand Masters jadi ukuran yang baik bahwa pembinaan yang dilakukan PBSI berjalan dengan baik.
Meskipun demikian, berbagai evaluasi akan tetap dilakukan guna membuat para pebulutangkis Indonesia bisa semakin tampil apik lagi pada kejuaraan-kejuaraan mendatang.
“Capaian sebagai juara umum Thailand Masters 2026 dan keberhasilan para atlet meraih gelar Super 300 pertama menjadi indikator positif dari arah pembinaan yang kami jalankan. Evaluasi dan peningkatan program akan terus dilakukan agar prestasi ini berkelanjutan dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/JUARA-UMUM-Tim-bulutangkis-Indonesia.jpg)