Tenis
Cara Carlos Alcaraz Buktikan Jalan Barunya di Tenis Dunia
Carlos Alcaraz langsung memberikan bukti dengan pelatih baru bisa menjadi juara turnamen Grand Slam, Australian Open 2026, sebagai modal awal tahun.
Ringkasan Berita:
- Keputusan Carlos Alcaraz berpisah dengan Juan Carlos Ferrero di akhir tahun 2025 sempat dipandang sebagai blunder.
- Namun Alcaraz memberikan bukti lewat kemenangan bersejarah di Australian Open 2026.
- Alcaraz kini ditangani pelatih baru, Samule Lopez, untuk meneruskan momentum yang didapatkan sejak awal tahun ini.
TRIBUNNEWS.COM - Petenis ranking satu dunia saat ini, Carlos Alcaraz, mengawali tahun 2026 dengan luar biasa.
Ia menjadi juara turnamen Grand Slam Australian Open 2026 setelah beberapa kali selalu menemui kegagalan untuk merengkuhnya.
Australian Open memang menjadi satu-satunya trofi Grand Slam yang belum pernah diraih Alcaraz sebelumnya.
Dengan itu, ia resmi menyandang sebagai pengoleksi seluruh trofi Grand Slam yang tersedia di tenis.
Baca juga: Sorotan Tenis Qatar Open 2026: 2 Nama Besar Pilih Mundur, Tak Ada Lagi Juara Bertahan
Australian Open terasa spesial bagi Alcaraz tak hanya soal trofinya.
Turnamen itu juga menjadi saksi dan pembuktian Alcaraz soal risiko besar yang ditempuhnya.
Petenis berusia 22 tahun tersebut mengambil sebuah langkah besar menjelang tampil di Australian Open lalu.
Ia berpisah dengan pelatihnya yang sudah menemani sejak dirinya berusia 15 tahun.
Berpisah dengan Juan Carlos Ferrero sempat membuat heboh dunia tenis lantaran keduanya tak pernah dikabarkan terlibat intrik.
Namun Carlitos, sapaan Alcaraz, tak mau larut dalam persoalan pergantian pelatih.
Ia segera memercayakan kursi yang sebelumnya ditempati Ferrero kepada Samuel Lopez.
Kerja sama yang dimulai sejak awal Januari 2026 antara Alcaraz dan Lopez langsung membuahkan hasil.
Trofi Australian Open menjadi bukti risiko yang ditempuh Alcaraz akhirnya terbayar.
Ia pun memberikan penghargaan khusus kepada timnya yang selalu mendukung.
"Untuk tim saya yang berada di sana, saya pikir tidak ada yang tahu betapa beratnya untuk mendapatkan trofi ini," buka Alcaraz.
"Saya benar-benar berupaya keras untuk mewujudkan momen seperti ini. Ini adalah perjalanan seperti rollercoaster secara emosional."
"Kita melakukan hal yang benar. Kalian terus mendorong saya untuk melakukan hal yang tepat."
"Saya sangat bersyukur untuk itu dan memiliki kalian di sisi saya. Trofi ini juga untuk kalian semua," paparnya.
Tak hanya soal gelar Australian Open yang akhirnya direngkuh, Alcaraz juga bisa memastikan posisinya sebagai petenis ranking 1 dunia tetap aman.
Alcaraz menambahkan 1600 poin dari kemenangan di Australia untuk membuat perolehan poinnya semakin menjauh dari beberapa pesaing.
Petenis yang baru berusia 22 tahun ini mengungguli Jannik Sinner yang menjadi pesaing terdekat dan terberatnya dalam beberapa edisi terakhir.
Hal yang mulanya dipandang sebagai blunder, justru dibalikkan Alcaraz sebagai pemacu semangat untuk membuktikan kepada orang-orang.
Ia tetap bisa tampil luar biasa meski tanpa Ferrero yang menyertai di sisi lapangan.
Alcaraz akan terus melangkah di kalender tenis tahun ini yang tak kalah padat dibanding sebelumnya.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Carlos-Alcaraz-menang-Australian-Open-2026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.