Selasa, 9 Juni 2026

MotoGP

Update Transfer MotoGP 2027: Quartararo di Persimpangan, Bagnaia Cari Pabrikan Lain

Manajer veteran pembalap MotoGP berikan update transfer pebalap musim 2027 yang mengulik rumor Quartararo hingga Bagnaia.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
  • Transfer pembalap MotoGP 2027 terbaru via manajer veteran, Fabio Quartararo masih abu-abu soal ke Honda
  • Pecco Bagnaia ingin kursi pembalap utama di tim pabrikan setelah kans di Ducati perlahan tertutup
  • Jorge Martin segera reuni dengan timnya di satelite Yamaga bersama Pramac

TRIBUNNEWS.COM - Update transfer pembalap MotoGP 2027 yang kian seru. Salah satu pendapat menarik pun diutarakan oleh Carlo Pernat menyoal hal tersebut.

Sosok yang menjadi manajer veteran dalam dunia balap kelas premier itu memberikan gambaran terkait situasi pasar pembalap dunia untuk musim 2027 mendatang yang dinilai cukup gila.

Bagaimana tidak, spekulasi bertebaran di mana-mana ketika musim 2026 saja belum dimulai. Nama-nama pembalap elite turut terseret dengan kabar segera pindah tim baru atau berebur kursi pabrikan.

Di tengah kegilaan ini, Pernat Ia meyakini bahwa Pedro Acosta akan mengendarai Ducati, Marc Marquez tidak akan pindah, Fabio Quartararo masih belum tentu, dan menyatakan bahwa Pecco Bagnaia akan mencari posisi sebagai nomor satu di luar pabrikan Italia tersebut.

Fabio Quartararo di Persimpangan

Kabar pertama dalam silly season MotoGP 2027 soal Quartararo yang dikabarkan akan menjadi pembalap Honda pada tahun 2027.

Dari kacamata Pernat, rumor tersebut belum tentu benar meskipun El Diablo - julukan Quartararo, memang terus menekan Yamaha agar memberikan motor kompetitif untuknya.

Sang manajer memberikan skenario jika Quartararo buru-buru menandatangani kontrak baru, akan ada efek yang berpotensi bikin rider #20 menyesal.

Baca juga: Makna Tersirat Pedro Acosta saat Memuji Ducati, Alarm Bahaya KTM di MotoGP Thailand 2026

"Saya beri contoh, Quartararo naik (motor) ke Yamaha baru dan menemukan bahwa itu adalah mesin yang luar biasa serta motornya sangat cepat, namun dia sudah terlanjur tanda tangan dengan Honda," ujar Pernat sebagaimana diungkapkan lewat WOW Magazine yang dikutip Motosan.

"Saya rasa dia paling hanya menandatangani kesepakatan awal, semacam 'jika saya memutuskan meninggalkan Yamaha, Anda akan jadi pilihan pertama saya'. Hal yang sama berlaku untuk Martin, yang omong-omong, saya tidak yakin dia akan menjadi pembalap pertama Yamaha," katanya menambahkan.

Pedro Acosta Pasti Naik Ducati

Situasi berbeda dari garasi KTM. Karena baginya ada satu hal yang sudah jelas dan hal itu berkaitan dengan Pedro Acosta.

Menurutnya, Acosta sudah pasti naik Desmosedici Ducati untuk musim depan berdasarkan statement sang rider yang menginginkan motor itu.

"Menurut pendapat saya, satu hal yang pasti: Pedro Acosta akan mengendarai Ducati, mengingat dia sudah mengatakannya dengan jelas kepada perwakilannya dan semua orang bahwa dia menginginkan Desmosedici dan dia tidak peduli soal uang atau bahkan warna motornya," papar Pernat.

"Gigi Dall’Igna (Bos Ducati) bukan orang baru. Jika Acosta mengatakan hal seperti itu, dia tidak akan berpikir dua kali untuk mengiyakan bahwa Acosta akan mendapatkan Ducati," ujar Pernat.

lihat fotoPEMBALAP MOTOGP - (kiri ke kanan) Johann Zarco (LCR Honda), Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), dan Pedro Acosta (KTM Factory Racing) pada konferensi pers jelang balapan MotoGP Inggris 2025 di Sirkuit Silverstone, 23-25 Mei. (Foto Arsip Mei 2025). (Foto: Laman resmi MotoGP)
PEMBALAP MOTOGP - (kiri ke kanan) Johann Zarco (LCR Honda), Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), dan Pedro Acosta (KTM Factory Racing) pada konferensi pers jelang balapan MotoGP Inggris 2025 di Sirkuit Silverstone, 23-25 Mei. (Foto Arsip Mei 2025). (Foto: Laman resmi MotoGP)

Di mana situasi pabrikan Ducati saat ini sudah dipastikan segera mempertahankan Marc Marquez. Otomatis Pecco Bagnaia mulai terancam dengan rumor hadirnya Acosta ke pabrikan merah.

"Saya rasa Ducati juga akan melakukan upaya finansial yang besar dan mengambil keputusan khusus untuk mempertahankan Marc, kemungkinan semuanya sudah selesai sejak lama."

"Jika memang benar ada tanda tangan asli, itu adalah tanda tangan Marc di kontrak dengan Ducati," tegasnya.

Pecco Bagnaia Bukan ke Aprilia

Semua kondisi Ducati saat ini membuat Pecco Bagnaia berada di luar jangkauan dari rencana Ducati untuk musim 2027. 

Dan sang manajer sekaligus pengamat MotoGP berpendapat bahwa Bagnaia akan meninggalkan pabrikan Italia itu.

Bagi Pernat, Bagnaia butuh di prioritaskan dari sebuah tim pabrikan. Praktis ia diprediksi segera mencari jalan baru.

"Pecco butuh menjadi nomor satu. Dia tidak lagi berada di (posisi utama) Ducati, jadi saya rasa dia akan pergi dan bisa menjadi nomor satu di Yamaha," jelasnya.

"Itu sebabnya saya katakan bahwa Jorge Martin, meskipun dia sampai ke Yamaha, bisa saja datang melalui Campinoti (Pramac), di mana dia akan mendapatkan motor satelit, tapi juga dengan orang-orang dan tim yang sama seperti saat terakhir kali dia merasa bahagia di puncak dunia," tegasnya.

Dengan cara ini, ia menepis kemungkinan kedatangan Bagnaia ke Aprilia yang awalnya diprediksi adanya koneksi dengan sahabatnya, Marco Bezzecchi.

Tapi dari pengamatan sang manajer, di Aprilia ia akan melihat Enea Bastianini atau bahkan Fabio Di Giannantonio mendampingi Marco Bezzecchi.

Kursi Pabrikan KTM untuk Alex Marquez

Masa depan Alex Marquez juga dibicarakan dan Pernat punya pandangan yang jelas bahwa KTM membutuhkan Alex ketika Acosta dipastikan angkat kaki.

Kemampuan adik Marc Marquez yang ditunjukkan musim 2025 lalu membuat sang rider memang layak untuk mendapat motor pabrikan.

"Saya rasa target nyata KTM mungkin adalah Alex Marquez, yang bagaimanapun juga layak mendapatkan motor pabrikan," ucapnya.

"Ducati pasti akan memberinya satu, tapi mereka hanya punya dua Desmosedici merah. Sudah ada kesepakatan setengah jalan dengan Fermin Aldeguer, Pedro Acosta sangat ingin merekrutnya, dan ada beberapa anak muda yang sedang dipantau oleh Dall’Igna."

"Saya hanya bisa melihat Alex Marquez dengan Ducati merah jika Marc berhenti membalap, jadi kemungkinannya Alex harus menunggu beberapa tahun atau saya rasa dia akan mencoba keberuntungan di tim lain," paparnya.

Pernat menegaskan bahwa "segala sesuatu ada waktunya" dan percaya bahwa belum ada kontrak yang benar-benar ditandatangani.

"Saya rasa jika ada tanda tangan, itu adalah pra-kontrak. Hal ini membuat saya berpikir tentang kesepakatan awal dengan pilihan bagi kedua belah pihak yang bisa berakhir sekitar bulan Mei, mungkin saat akhir pekan di Mugello."

"Ayolah, pembalap mana yang akan mengambil keputusan soal masa depannya tanpa mengetahui apa pun? Bahkan pabrikan pun tidak akan melakukannya," demikian Pernat.

(Tribunnews.com/Niken)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved