BWF World Tour
Hari Pertama Kerja Harry Hartono di BAM, Mulai Merancang Strategi Tingkatkan Tunggal Putra
Hari pertama kerja Harry Hartono di badminton Malaysia (BAM) langsung cari strategi tingkatkan sektor tunggal putra Negeri Jiran.
Ringkasan Berita:
- Harry Hartono lalui hari pertama kerja di Badminton Malaysia (BAM) tanpa tekanan
- Eks pelatih Jonatan Christie hingga Gregoria Mariska siapkan strategi tingkatkan tunggal putra Malaysia
- Direktur kepelatihan tunggal belum beri tugas spesifik untuk pelatih asal Indonesia tersebut
TRIBUNNEWS.COM - Harry Hartono yang merupakan pelatih badminton asal Indonesia akhirnya melakoni hari pertama kerja di badminton Malaysia (BAM), Selasa (10/2/2026).
Pelatih asal Indonesia yang pernah menukangi nama besar seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie, hingga Gregoria Mariska dinilai bakal menghadapi berbagai tekanan di tengah tantangan dirinya memperbaiki sektor tunggal putra Malaysia.
Pertama kali kerja untuk Malaysia, nyatanya ia mengatakan bahwa tidak merasa tertekan untuk mengulangi kesuksesan masa lalunya.
Khususnya keberhasilannya ketika saat menangani bintang tunggal putra Indonesia seperti Anthony Ginting dan Jonatan Christie.
Baca juga: Target Badminton Malaysia di BATC 2026: Optimis Juara Meski Turunkan Skuad Pelapis
Meski memiliki latar belakang yang mentereng, pelatih asal Indonesia ini menepis anggapan bahwa ekspektasi besar akan membebani dirinya.
"Saya tidak merasa tertekan karena bagi saya ini adalah soal profesionalisme," ujarnya melansir NST.
"Sekarang saya berada di BAM, fokus saya adalah meningkatkan kemampuan pemain yang ada di sini," tambahnya.
Tugas Harry di BAM sebagai bagian dari siasat Negeri Jiran untuk jangka panjang menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028.
Di mana BAM berharap dapat mencetak peraih medali emas Olimpiade pertama bagi Malaysia.
Target Harry di BAM
Dengan kepercayaan diri, Harry menetapkan target tinggi, yakni mencetak pemain yang mampu menjadi peringkat satu dunia dan juara dunia.
Pelatih berpengalaman ini, yang juga pernah melatih peringkat enam dunia Chou Tien Chen selama lima tahun di Taiwan.
Menariknya, ia baru saja bergabung kembali dengan PBSI pada September tahun 2025, kini kepindahannya sebagai tantangan baru.
"Apa yang mungkin membuat saya pindah ke BAM adalah prospek tantangan baru," katanya.
"Ini adalah negara kedua tempat saya bekerja setelah Taiwan," ungkapnya menambahkan.
Eks pelatih Putri KW akan bekerja dengan Tey Seu Bock dan K. Yogendran, ia merasa bersemangat melihat daya saing yang ditunjukkan pada hari pertamanya.