Rabu, 10 Juni 2026

PBSI Sambut Positif Format Anyar yang Dibuat BWF: Atlet Jadi Banyak Bertanding

Mulai 2027, BWF Sudirman Cup Finals serta BWF Thomas & Uber Cup Finals akan diperluas dengan penambahan jumlah tim peserta

Tayang:
Claus Fisker / Ritzau Scanpix / AFP
Pemain Indonesia berpose dengan piala dan medali mereka setelah memenangkan final Piala Thomas beregu putra melawan China di Aarhus, Denmark 17 Oktober 2021. 

PBSI Sambut Positif Format Anyar yang Dibuat BWF: Atlet Jadi Banyak Bertanding

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badminton World Federation (BWF) bersama mitra siaran dan komersial Infront resmi meluncurkan arah baru pengembangan bulutangkis dunia melalui serangkaian kebijakan strategis.

Langkah ini menandai transformasi besar menuju era pertumbuhan global yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

Baca juga: Format Baru Turnamen BWF: Super 1000 Bakal Digelar 11 Hari, Sektor Tunggal Pakai Sistem Grup

Transformasi tersebut sejalan dengan perpanjangan kerja sama jangka panjang antara Badminton World Federation dan Infront hingga 2034.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen BWF untuk mendefinisikan ulang struktur kompetisi, meningkatkan daya tarik komersial, menyempurnakan standar produksi siaran, serta menghadirkan pengalaman yang lebih berkualitas bagi atlet, penggemar, dan seluruh pemangku kepentingan.

Mulai 2027, jumlah pertandingan bulutangkis yang diproduksi untuk siaran televisi akan meningkat signifikan, dari 1.410 menjadi sekitar 3.000 pertandingan di seluruh rangkaian turnamen BWF.

Peningkatan ini diharapkan memperluas eksposur bulutangkis di lebih banyak negara dan pasar, sekaligus memperkuat posisinya sebagai olahraga global dengan daya tarik yang kian luas.

Pembaruan besar juga dilakukan pada struktur BWF World Tour yang kini terdiri dari enam level dengan total 36 turnamen.

Sejumlah poin utama meliputi penetapan lima turnamen Super 1000, peningkatan total hadiah tahunan hingga mencapai US$26,9 juta, serta integrasi turnamen Super 100 ke dalam rangkaian resmi World Tour untuk pertama kalinya.

Struktur baru ini diharapkan menjadi platform premium bagi tuan rumah, mitra, media, atlet, dan penggemar, sekaligus meningkatkan prestise BWF World Tour di tingkat global.

Lima turnamen Super 1000 yang digelar di Asia dan Eropa akan mengusung format kompetisi yang diperluas.

Nomor tunggal diikuti 48 pemain dengan sistem fase grup yang dilanjutkan ke babak gugur, sementara nomor ganda mempertandingkan 32 pasangan dengan sistem gugur.

Setiap turnamen Super 1000 berlangsung selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan, dengan seluruh pertandingan disiarkan secara global.

Sementara itu, turnamen Super 750, Super 500, Super 300, dan Super 100 tetap berdurasi enam hari, dengan peningkatan jumlah pertandingan yang diproduksi untuk siaran televisi.

Skema ini menjaga keseimbangan kalender kompetisi sepanjang tahun sekaligus memastikan kualitas pertandingan dan kondisi bertanding atlet.

Kejuaraan major BWF juga mengalami pengembangan signifikan. Kejuaraan Dunia BWF akan menerapkan format fase grup yang dilanjutkan sistem gugur, sehingga setiap atlet dipastikan memainkan minimal dua pertandingan.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi eliminasi dini sekaligus meningkatkan keterlibatan penggemar di berbagai wilayah.

Mulai 2027, BWF Sudirman Cup Finals serta BWF Thomas & Uber Cup Finals akan diperluas dengan penambahan jumlah tim peserta guna menghadirkan representasi internasional yang lebih luas dan persaingan yang semakin beragam.

Dengan rekor jumlah pertandingan siaran televisi selama 12 hari penyelenggaraan, ketiga kejuaraan tersebut akan dikemas sebagai festival bulutangkis global berdurasi dua minggu.

Selain aspek kompetisi, BWF juga menerapkan format turnamen yang lebih terstruktur demi meningkatkan kondisi bertanding atlet. Penyesuaian durasi dan format kompetisi memungkinkan penjadwalan yang lebih seimbang serta waktu pemulihan yang lebih optimal, sejalan dengan visi BWF dalam menjaga performa dan keberlanjutan karier atlet di level tertinggi.

PBSI Sambut Positif, Indonesia Open Jadi Contoh

Kepala Bidang Luar Negeri Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Bambang Roedyanto, menyampaikan bahwa penerapan format baru Indonesia Open berdurasi 11 hari sebagai turnamen Super 1000 merupakan bagian dari komitmen Indonesia mendukung arah pengembangan bulutangkis dunia yang dicanangkan BWF.

“Dari sisi penyelenggara, durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Namun PBSI memandang ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujar Bambang, Selasa 10/2/2026).

Ia menambahkan, format baru memberikan nilai tambah bagi atlet.

“Jumlah peserta tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang lebih luas tampil di level tertinggi. Atlet juga menjalani lebih banyak pertandingan melalui sistem setengah kompetisi hingga babak 16 besar,” jelasnya.

Menurut Bambang, aspek kondisi bertanding dan pemulihan atlet menjadi perhatian utama.

“Dengan durasi lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Ini diharapkan menjaga kualitas permainan sepanjang turnamen,” tambahnya.

Selain itu, Indonesia Open akan dikemas dengan pendekatan sportainment.

“Durasi yang lebih panjang memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan. Sportainment penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik, baik di arena maupun melalui siaran dan platform digital,” tutup Bambang.

PBSI menilai penguatan unsur sportainment, sejalan dengan kualitas kompetisi yang semakin tinggi, akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia, sekaligus mendukung upaya BWF memperluas jangkauan dan popularitas bulutangkis secara global.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved