BWF World Tour
Kejutan Hasil German Open 2026: Jagoan China Keok, Catatan Merah Kompatriot Shi Yu Qi
Tunggal putra China dapat catatan merah setelah bikin kejutan di German Open 2026, alarm bahaya untuk kompatriot Shi Yu Qi.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kejutan mewarnai babak 16 besar German Open 2026. Sektor tunggal putra China mencatatkan hasil buruk dalam turnamen level Super 300 yang digelar di Westenergie Sporthalle, Jerman, Kamis (26/2/2026).
Unggulan ketujuh asal China, Lu Guang Zu, gagal memetik hasil manis. Langkahnya terhenti di tangan pemain veteran Hong Kong, Ng Ka Long Angus, melalui kekalahan dua gim langsung.
Duel yang berlangsung selama 43 menit tersebut berakhir dengan skor 17-21 dan 12-21 untuk kemenangan Angus.
Hasil ini membuat rekor pertemuan dalam head-to-head keduanya menipis menjadi 3-2, meski Lu masih memimpin secara keseluruhan.
Dominasi yang Runtuh
Turnamen level Super 300 biasanya menjadi 'ladang gelar' bagi tim Negeri Tirai Bambu, terutama saat banyak pemain elite dunia absen.
Di German Open 2026, China sebenarnya menurunkan kekuatan besar melalui Li Shi Feng (unggulan 2), Weng Hong Yang (unggulan 5), dan Lu Guang Zu (unggulan 7).
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.
Li Shi Feng secara mengejutkan tersingkir lebih awal di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Jepang, Minoru Koga, Rabu (25/2).
Kemudian di laga lain, Lu Guang Zu menyusul kekalahan tersebut setelah tak berkutik di hadapan Angus hari ini.
Kini, harapan tunggal putra Tiongkok hanya bertumpu pada Weng Hong Yang yang masih bertahan.
Alarm Bahaya Jelang Thomas Cup 2026
Performa tunggal putra China di luar sosok Shi Yu Qi memang tengah menjadi sorotan karena kurang konsisten.
Bahkan, Shi Yu Qi sendiri tercatat belum berhasil meraih satu pun gelar juara sejak musim 2026 dimulai pada Januari lalu.
Padahal, secara statistik, China sangat digdaya dengan menempatkan empat wakilnya di jajaran 20 besar dunia.
Baca juga: Ganda Putra Malaysia Menuju Gelar Juara German Open 2026, Murid Herry IP Bisa Salip Fajar/Fikri
Jika di turnamen level Super 300 saja mereka kesulitan bicara banyak, tentu ini menjadi kejutan sekaligus peringatan bagi sang raksasa bulu tangkis dunia.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor ganda putra yang masih menunjukkan konsistensi melalui pasangan nomor satu dunia, Liang Wei Keng/Wang Chang.
Turnamen bergengsi All England 2026 yang sudah di depan mata seharusnya menjadi pelecut bagi armada tunggal putra China untuk segera bangkit.
Meski performa buruk di turnamen individu (BWF World Tour) tidak selalu mencerminkan kekuatan di turnamen beregu, tren negatif ini tetap patut diwaspadai menjelang perhelatan Thomas Cup 2026.
(Tribunnews.com/Niken)