Sabtu, 2 Mei 2026

Tenis

Pekan Spesial Aryna Sabalenka Main di Indian Wells 2026

Aryna Sabalenka akan tampil di ajang Indian Wells dengan menenteng status sebagai pemain ranking 1 dunia selama 80 pekan beruntun.

Tayang:
Instagram @wtafinalsriyadh
AKSI SABALENKA - Petenis asal Belarusia, Aryna Sabalenka, saat tampil di ajang WTA Finals 2025 di Riyadh, Arab Saudi. Sabalenka akan tampil di Indian Wells dengan memegang status ranking 1 dunia selama 80 pekan. 
Ringkasan Berita:
  • Aryna Sabalenka akan tampil di Indian Wells dengan menenteng status sebagai petenis ranking 1 dunia selama 80 pekan beruntun.
  • Selain itu, ia perlu mempertahankan 650 poin yang ia raih di turnamen ini tahun lalu dengan menjejak babak final.
  • Jika langkahnya kurang dari babak final, perolehan poinnya di ranking WTA akan berkurang.

 

TRIBUNNEWS.COM - Turnamen tenis tingkat WTA 1000, Indian Wells, akan digelar pada 4-15 Maret 2026 di Coachella, California, Amerika Serikat.

Ajang yang menyajikan prestise tinggi ini akan diikuti para petenis top dari sektor putra dan putri.

Dari sektor putri, ada yang spesial dari Aryna Sabalenka saat tampil di Indian Wells tahun ini.

Ia akan tampil di turnamen tersebut dengan menenteng status mentereng.

Petenis asal Belarusia ini resmi menyandang status ranking 1 dunia selama 80 pekan lamanya.

Baca juga: Indian Wells 2026: Sejumlah Pemain Elite Terjebak di Tengah Perang AS–Israel vs Iran

Prestasi itu membuatnya bergabung dengan beberapa petenis putri elite yang pernah mencatatkan hal serupa.

Sabalenka menjadi petenis putri keenam yang terlama memegang ranking tertinggi di era tenis modern.

Ia hanya kalah dari Martina Hingis, Serena Williams, Justine Henin, Ash Barty, dan Iga Swiatek.

Rekor terdekat yang bisa ia lewati adalah milik Martina Hingis.

AKSI SABALENKA - Aryna Sabalenka saat bertanding di ajang Wuhan Open 2025.
AKSI SABALENKA - Aryna Sabalenka saat bertanding di ajang Wuhan Open 2025. (Instagram @arynasabalenka)

Hingis menghabiskan 87 pekan berada di ranking 1 dunia dalam sebagian kariernya.

Meski demikian, misi utama Sabalenka tak soal mengejar mempertahankan peringkat teratas.

Ia ingin terlebih dahulu memperbaiki pencapaian saat tampil di Indian Wells.

Mengacu musim lalu, Sabalenka nyaris menjadi juara.

Artinya, ia bisa menjejak hingga babak final, tetapi kalah dalam perebutan trofi.

Petenis berusia 27 tahun tersebut kalah dari Mirra Andreeva yang tahun lalu berjaya di Amerika Serikat.

Meski tak bisa meraih piala, Sabalenka memiliki kewajiban mempertahankan poin yang diraih dari musim lalu.

Kalah di babak final membuat Sabalenka harus bisa mempertahankan 650 poin yang diraih di edisi sebelumnya.

Jika ia tak bisa melangkah ke final, raihan poinnya di ranking WTA akan dikurangi.

Hal itu akan menjadi kerugian baginya dengan ketatnya persaingan perebutan ranking dunia.

Ada Iga Swiatek dan Elena Rybakina yang memberikan ancaman nyata kepadanya dalam beberapa waktu ke belakang.

Peluang Sabalenka menjadi juara di Indian Wells cukup terbuka dan sekaligus terjal.

Prediksi lawan yang kemungkinan ia hadapi tak akan mudah dari ronde keempat.

Pada ronde tersebut, ia kemungkinan berjumpa dengan Naomi Osaka atau Iva Jovic.

Setelah lolos dari itu, Sabalenka berhak melangkah ke perempat final.

Langkahnya di 8 besar turnamen juga berpotensi semakin berat.

Ia bisa saja berjumpa dengan Amanda Anisimova, Emma Raducanu, Anna Kalinskaya, atau Victoria Mboko.

Memastikan langkah hingga perempat final terlebih dahulu akan menjadi jalan aman Sabalenka meraih kesuksesan di Tennis Paradise kali ini.

(Tribunnews.com/Guruh)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved