Kamis, 30 April 2026

BWF World Tour

Target Gelar All England 2026 Kunlavut Vitidsarn sebelum Sistem Skor BWF Berubah

Kunlavut Vitidsarn incar gelar All England 2026 demi mewujudkan target trofi dalam kariernya sebelum BWF gunakan sistem skor baru.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Pebulu tangkis tunggal putra andalan Thailand, Kunlavut Vitidsarn, kembali menegaskan ambisi besarnya di panggung All England Open 2026.

Pemain berusia 24 tahun ini secara terbuka menyatakan bahwa menjuarai turnamen tertua di dunia ini merupakan target terakhir dalam daftar impian karier besarnya.

Raihan tersebut ditunjukkan untuk melengkapi koleksi medali Kejuaraan Dunia dan Olimpiade yang telah ia raih.

"Ini adalah target terakhir saya, yakni memenangkan gelar All England. Saya sudah memiliki medali di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade," papar Kunlavut mengutip BWF.

"Saya telah melihat banyak pemain Thailand berkompetisi di All England, ada tekanan besar di pundak saya, tetapi saya ingin memberikan yang terbaik," ujar Kunlavut  menambahkan.

lihat fotoPEMAIN THAILAND - Kunlavut Vitidsarn dari Thailand memberi isyarat setelah menang melawan petenis Denmark Viktor Axelsen dalam pertandingan final tunggal putra Yonex Sunrise India Open 2023 di New Delhi pada 22 Januari 2023. (Foto Arsip Januari 2023). Shashi Shekhar Kashyap / AFP
PEMAIN THAILAND - Kunlavut Vitidsarn dari Thailand memberi isyarat setelah menang melawan petenis Denmark Viktor Axelsen dalam pertandingan final tunggal putra Yonex Sunrise India Open 2023 di New Delhi pada 22 Januari 2023. (Foto Arsip Januari 2023). Shashi Shekhar Kashyap / AFP

Karier Kunlavut memang fenomenal. Sejak menjuarai Kejuaraan Dunia 2023 di Kopenhagen dan meraih medali perak pada Olimpiade Paris 2024, namanya tercatat sebagai salah satu talenta paling konsisten di level elite dunia.

Namun, bagi Kunlavut, All England memiliki prestise yang berbeda. Baginya, turnamen berkategori Super 1000 ini adalah tantangan yang jauh lebih sulit ditaklukkan dibandingkan kejuaraan besar lainnya.

Teror Perubahan Sistem Skor BWF

Motivasi Kunlavut tahun ini tampak lebih mendesak. Ia mengakui bahwa edisi 2026 mungkin menjadi kesempatan terbaiknya.

Hal ini mengingat adanya wacana perubahan sistem skor dari 21x3 menjadi 15x3 oleh BWF yang akan mulai dikaji pada April mendatang.

Ketidakpastian mengenai aturan baru tersebut memicu motivasi ekstra baginya untuk menaklukkan All England di bawah format yang selama ini menjadi standar emas cabor tersebut.

Baca juga: Fakta Hasil All England 2026: Sayang Jojo & Alwi Farhan, Tak Ada All Indonesian Final untuk Kalian

Perjalanan Kunlavut di turnamen level Super 1000 sempat diwarnai catatan kurang apik di masa lalu. Ia kerap tersingkir di babak awal pada kejuaraan dengan kasta tertinggi tersebut.

Namun, kepercayaan dirinya meningkat drastis setelah ia berhasil mematahkan kutukan tersebut dengan menjuarai Malaysia Open 2026 pada Januari lalu.

Kemenangan di Kuala Lumpur itu menjadi bukti nyata bahwa ia telah menemukan formula yang tepat untuk menaklukkan panggung-panggung megah.

Sejarah untuk Thailand

Jaminan sejarah menanti Kunlavut seiring patokan target sang atlet untuk bisa keluar sebagai jawara di turnamen elite tersebut.

Jika Kunlavut berhasil berdiri di podium tertinggi di Birmingham, ia akan mencetak sejarah baru sebagai pemain tunggal putra Thailand pertama yang menjuarai All England sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1899.

Pencapaian ini tidak hanya akan melengkapi lemari trofinya, tetapi juga akan menasbihkan statusnya sebagai salah satu legenda hidup bulu tangkis Thailand.

Dengan kondisi fisik prima dan mentalitas juara yang telah teruji, mata dunia kini tertuju pada View - panggilan akrabnya, untuk melihat apakah ia mampu menyelesaikan misi gelar All England 2026 yang ia damba.

(Tribunnews.com/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved