BWF World Tour
Babak Belur dari Swiss Open, Misi Balas Dendam Raymond/Joaquin di Orleans Masters 2026
Setelah hasil minor yang mengejutkan di Swiss Open, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kini mengalihkan fokus ke Orleans Masters 2026.
Ringkasan Berita:
- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin fokus menjaga kondisi fisik dan kekuatan otot demi memperbaiki performa di Orleans Masters 2026
- Pasangan muda ini menempati posisi unggulan kedua yang memberikan peluang besar untuk melaju jauh
- Keberhasilan di Prancis menjadi kunci penting bagi mereka untuk segera merangsek ke top 10
TRIBUNNEWS.COM - Ganda putra Indonesia berakhir dengan dengan rapor merah ketika mengarungi Swiss Open 2026 pekan lalu jadi pelecut motivasi menghadapi Orleans Masters 2026.
Turnamen level Super 300 yang berlangsung di Basel tersebut menjadi saksi bisu runtuhnya ganda putra Indonesia yang tersisih secara prematur.
Sorotan tajam tertuju pada pasangan muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Datang ke Swiss dengan kepercayaan diri tinggi, langkah mereka justru terhenti secara mengejutkan di babak 32 besar.
Ironisnya, Raymond/Joaquin yang merupakan salah satu unggulan utama harus mengakui keunggulan wakil non-unggulan asal Taiwan, Chen Cheng Kian/Lin Bing-Wei.
Kekalahan ini kian getir karena kegagalan tersebut bersifat kolektif. Rian Ardianto/Rahmat Hidayat terhenti di babak 32 besar, disusul Leo Carnando/Bagas Maulana tersisih di babak 16 besar.
Anomali setelah Gebrakan di All England 2026
Hasil minor Raymond/Joaquin di Swiss Open bagaikan sebuah anomali jika berkaca pada performa impresif mereka sebelumnya.
Sebagai debutan di turnamen paling prestisius dunia, All England 2026, pasangan ini sempat mengguncang dunia dengan menembus babak semifinal.
Konsistensi yang mereka bangun sejak akhir musim 2025 seolah sirna dalam sekejap di Basel, Swiss.
Menelan pil pahit di Swiss Open 2026 jelas menjadi pukulan telak. Namun, ganda putra Indonesia menolak menyerah.
Mereka kini mengusung misi balas dendam ganda di ajang selanjutnya bertajuk Orleans Masters 2026 yang akan dihelat di Prancis.
"Setelah kekalahan ini, kami harus menjaga kondisi karena turnamen berikutnya masih minggu depan."
"Power harus dijaga agar tidak turun. Semoga di Orleans Masters kami bisa meraih hasil yang jauh lebih baik," ujar Joaquin sebagaimana dikutip dari rilis PBSI.
Menatap Peluang Emas Menuju Top 10 Dunia
Peluang untuk bangkit terbuka lebar di Prancis. Di Orleans Masters 2026, Raymond/Indra menempati posisi yang sangat menguntungkan sebagai unggulan kedua.
Status ini menempatkan mereka di bagan bawah, yang membuka potensi "All Indonesian Semifinal" melawan rekan senegara, Rian/Rahmat, jika keduanya mampu tampil konsisten.
Baca juga: Klasemen Trofi BWF World Tour usai Swiss Open 2026: Indonesia Masih di Bawah Thailand dan Malaysia
Namun, jalan menuju podium juara tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Raymond/Joaquin wajib mewaspadai ancaman dari unggulan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai,
Kemudian ada juga pasangan kuda hitam asal Denmark, Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer, yang kerap bikin kejutan.
Tambahan poin maksimal dari turnamen ini akan menjadi akselerator penting bagi Raymond/Joaquin untuk menembus jajaran top 10 dalam tabel peringkat BWF.
(Tribunnews.com/Niken)