Selasa, 19 Mei 2026

BWF World Tour

3 Rekor Bersejarah di Orleans Masters 2026: Misi Besar Delegasi Merah Putih Pecah Telur

3 sektor bulu tangkis Indonesia masih tanpa gelar, misi Anthony Ginting dan kolega ukir rekor bersejarah di Orleans Masters 2026.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri

Ringkasan Berita:
  • Indonesia mengincar gelar perdana di tiga sektor yang belum pernah dijuarai sejak pertama kali Orleans Masters diadakan
  • Skenario derbi antara Anthony Ginting dan Zaki Ubaidillah di perempat final menjadi peluang besar
  • Motivasi tinggi untuk menebus hasil minor di Swiss Open menjadi pelecut bagi sektor ganda putra

TRIBUNNEWS.COM - Perjuangan skuad bulu tangkis Indonesia beralih menuju Prancis dalam turnamen bertajuk Orleans Masters 2026 mulai besok hari Selasa (17/3/2026) hingga Minggu (22/3/2026).

Meski Indonesia tak diperkuat oleh pemain seperti Jonatan Christie atau Fajar Alfian/Shohibul Fikri, turnamen level Super 300 ini justru menjadi panggung untuk mengukir sejarah baru.

Absennya sejumlah pemain elite dunia yang memilih menjaga kondisi fisik di tengah padatnya jadwal tur Eropa menciptakan celah yang menguntungkan bagi delegasi Merah Putih.

Keuntungan itu wajib dimanfaatkan untuk memecahkan tiga rekor yang belum pernah terjamah sejak turnamen ini pertama kali bergulir pada tahun 2012 silam.

Hingga saat ini, Indonesia baru berhasil pecah telur di dua sektor, yakni tunggal putri melalui Putri Kusuma Wardani pada tahun 2022. Ganda putri lewat duet Meilysa Trias/Rachel Allessya pada 2024.

Kini, saatnya tiga sektor lainnya mulai tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran untuk menuliskan tinta emas mereka di podium tertinggi Orleans.

lihat fotoRAYMOND/JOAQUIN - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, berpose setelah melenggang ke semifinal All England 2026 pada 7 Maret 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris. Bahagia sederhana Nikolaus Joaquin. Dok/PBSI
RAYMOND/JOAQUIN - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, berpose setelah melenggang ke semifinal All England 2026 pada 7 Maret 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris. Bahagia sederhana Nikolaus Joaquin. Dok/PBSI

Dominasi Sektor Tunggal dan Amukan Ganda Putra

Di sektor tunggal putra, tumpuan utama berada di pundak Anthony Ginting dan sang junior bertalenta, Moh. Zaki Ubaidillah.

Menariknya, keduanya berada di bagan atas yang memungkinkan terjadinya derbi panas di babak perempat final.

Jika skenario ini terwujud, satu tiket semifinal sudah pasti dalam genggaman dan peluang tunggal putra untuk menuju tangga juara terbuka lebar.

Baca juga: Orleans Masters 2026 Momentum Ginting Jaga Konsistensi setelah Raih Semifinal di Swiss

Beralih ke sektor ganda putra, aroma balas dendam tercium sangat pekat.

Kegagalan di Swiss Open pekan lalu menjadi pelecut semangat bagi Leo Carnando/Bagas Maulana, Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Bagi Raymond/Joaquin, Orleans Masters motivasi untuk menebus hasil minor di Basel diprediksi jadi panggung meraih trofi perdana di Orleans.

Progres Menjanjikan Ganda Campuran

lihat fotoMELAJU - Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan wakil Jerman, Marvin Seidel/Thuc Phuong Nguyen, dengan skor 21-17, 21-14 di Birmingham, Rabu (4/3/2026). Dok: PBSI
MELAJU - Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan wakil Jerman, Marvin Seidel/Thuc Phuong Nguyen, dengan skor 21-17, 21-14 di Birmingham, Rabu (4/3/2026). Dok: PBSI

Sektor ganda campuran juga memiliki peluang yang tak kalah besar dengan mengirimkan empat wakil terbaiknya.

Nama Amri Syahnawi/Nita Violina menjadi pusat perhatian menyusul progres apik mereka selama tur Eropa.

Keberhasilan menembus perempat final All England dan semifinal Swiss Open 2026 adalah bukti bahwa pasangan ini tengah berada dalam tren positif.

Momentum positif Amri/Nita diharapkan menular kepada rekan senegara lainnya seperti Dejan Ferdinansyah/Bernadine Wardana, Adnan Maulana/Indah Cahya Jamil, dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva.

Konsistensi menjadi kunci utama jika salah satu dari empat wakil ini demi menyabet gelar juara ganda campuran Indonesia pertama di ajang ini.

(Tribunnews.com/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved