MotoGP
Gantian Pecco Bagnaia Selamatkan Muka Ducati, Marc Marquez Kena Batunya
Ducati mengalami balapan yang tak terlalu menyenangkan saat berada di GP Amerika yang digelar di Circuit of the Americas.
Ringkasan Berita:
- Hasil yang diperoleh Ducati di GP Amerika lalu tak cukup baik bagi pabrikan asal Italia itu.
- Marc Marquez dan Pecco Bagnaia selaku pembalap utama tak bisa konsisten berada di tiga besar di dua balapan yang digelar di COTA tersebut.
- Kondisi itu membuat CEO Ducati meminta pembenahan dalam timnya.
TRIBUNNEWS.COM - Hasil yang diperoleh pada balapan GP Amerika lalu bisa dibilang tak terlalu maksimal.
Marc Marquez yang digemborkan bakal menemui titik baliknya di COTA (Circuit of the Americas) ternyata tak bisa memberikan jawaban instan.
Sang Baby Alien mengakhiri balapan Sprint dengan keadaan terpukul.
Kecelakaan yang menimpanya bersama Fabio Di Giannantonio membuat dirinya tak bisa mendapatkan poin satupun.
Untungnya ia bisa memulihkan kondisi saat balapan utama dimulai sehari setelahnya.
Baca juga: Update Transfer MotoGP 2027: Bosh Tech3 Hilang Kesabaran, Sinyal Pisah dengan KTM
Marquez mengakhiri balapan di posisi kelima yang membuatnya berhak mengantongi 11 poin.
Sementara itu, kisah Francesco Bagnaia di COTA juga tak begitu baik.
Sempat memberikan harapan besar di Sprint Race lantaran finish di peringkat kedua, Bagnaia tak bisa mempertahankannya di balapan utama.
Posisi finishnya melorot ke 10 besar, tepatnya ia hanya berada di posisi 10.
Hasil yang biasa-biasa saja ini menandakan Ducati masih mencari bentuk terbaiknya musim ini.
Ambisi menjadi pabrikan terbaik ternyata malah diasapi oleh Aprilia yang tampil luar biasa.
Selama tiga balapan awal, Aprilia tak pernah absen menempatkan pembalapnya di podium.
Sesi Sprint Race dan balapan utama selalu dikuasai setidaknya satu pembalap utama Aprilia, yaitu Marco Bezzecchi atau Jorge Martin.
Penampilan Aprilia membuat Ducati harus cepat mawas diri.
Perkataan sang CEO, Gigi Dall'Igna mengisyaratkan hal tersebut.
Dall'Igna mengakui Ducati masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk diselesaikan.
Hasil kurang maksimal di balapan seri awal tahun ini sekiranya cukup menjadi penggugah pabrikan Italia ini.
"Hal yang paling jelas adalah kami harus bekerja keras untuk meningkatkan performa dan menempatkan pembalap kami di posisi terbaik," kata Dall'Igna dikutip dari GPOne.
"Terutama musim ini tim-tim lain tampil sangat kompetitif dengan pembalap masing-masing."
"Di GP Amerika, kami benar-benar kesulitan, bahkan melebihi dari apa yang kami antisipasi."
"Ini harusnya menjadi tanda bagi kami untuk segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan."
"Saya percaya peruntungan kami akan membaik," paparnya.
Salah satu pembalap yang juga menggunakan mesin Ducati, Fabio Di Giannantonio, mencoba membedah masalah yang ada di tunggangannya.
Berbicara seusai balapan di Austin, pembalap yang akrab disapa Diggia ini mengungkapkan bahwa Ducati GP26 memiliki keterbatasan serius pada bagian depan (front-end).
Hal ini memaksa pembalap bekerja ekstra keras pada bagian belakang, yang ujung-ujungnya memicu keausan ban yang berlebihan.
"Saat berada di posisi keempat, saya memperoleh banyak keuntungan di sektor pertama karena motor kami sangat lincah dan saya bisa menekan habis-habisan, bahkan sampai tangan saya terasa remuk," ungkap Diggia.
Namun, kelincahan itu harus dibayar mahal saat balapan memasuki fase krusial.
"Ketika tiba saatnya membuat motor melakukan apa yang saya inginkan, segalanya menjadi lebih sulit."
"Rival kami bisa mengerem lebih lambat, memasuki tikungan sambil mengerem, dan menggunakan bagian depan untuk membelokkan motor."
"Sementara kami sudah sangat dekat dengan batas maksimal dan harus sangat mengandalkan bagian belakang," jelasnya.
(Tribunnews.com/Guruh, Niken)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Motor-Ducati-Marquez-dan-Pecco-Bagnaia.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.