MotoGP
Jack Miller Putus Asa di Yamaha, Butuh Sentuhan Magis Menuju Balapan Seri Eropa
Jack Miller beri kode keras kepada Yamaha terkait kondisinya yang sudah merasa frustasi dan butuh sentuhan magis menuju Eropa
Ringkasan Berita:
- Jack Miller sangat kecewa dengan progres teknis motor Yamaha yang tertinggal
- Pembalap Australia tersebut mendesak tim untuk segera mengatasi masalah grip ban belakang
- Di sisi lain, Miller memberikan apresiasi tinggi terhadap pertumbuhan antusiasme penonton MotoGP di Amerika
TRIBUNNEWS.COM - Perbedaan respons Jack Miller setelah balapan di Amerika ada pada kesenangan dengan performanya yang solid, namun terselip kegelisahan mengenai lambatnya progres motor Yamaha.
Miller secara blak-blakan menyebut timnya sedang dalam kondisi yang cukup putus asa mengejar ketertinggalan di grid MotoGP 2026.
Miller tidak menutupi bahwa Yamaha saat ini berada di titik nadir. Kebutuhan komponen baru sudah mencapai tahap mendesak.
Partner Toprak Razgatlioglu merasakan kurangnya kecepatan dan kendali yang presisi saat melibas tikungan-tikungan teknis COTA.
"Kami tahu apa masalah kami kekurangan kecepatan. Kami perlu meningkatkan itu, butuh feeling lebih pada bagian depan, dan grip yang lebih baik," buka Miller melansir Motosan.
"Sekarang kami kembali ke Eropa, dan untungnya ada jeda tiga minggu. Saya harap ada pembaruan setelah ini, atau setidaknya saat tes nanti."
"Masalahnya adalah kejuaraan ini tidak menunggu siapa pun. Kami sedang dalam momen sulit, cukup putus asa. Kami harus memanfaatkan setiap kesempatan dan terus menekan tanpa henti," tambahnya.
Kebahagiaan Kecil Miller
Uniknya, meski mengeluhkan kondisi motor, Miller mengaku bahwa GP Austin adalah akhir pekan terbaiknya sepanjang tahun 2026.
Ia merasa secara individu telah melakukan tugasnya dengan maksimal, terutama saat terlibat duel sengit dengan rekan setimnya dan para pembalap papan tengah lainnya.
"Saya lebih bahagia hari ini dibandingkan sepanjang tahun ini bergulir. Saya merasa kami punya ritme yang bagus di akhir balapan. Secara individu saya puas, tapi sebagai tim, kami harus menjadi lebih baik," tegas Miller.
Ia sempat kehilangan waktu akibat insiden dengan motor Johann Zarco, namun ia tetap mampu menunjukkan comeback yang apik.
Bahkan sempat mengejar grup yang diisi oleh Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu meskipun sempat kehilangan kendali depan di tikungan 11.
Baca juga: Update Transfer MotoGP 2027: Bosh Tech3 Hilang Kesabaran, Sinyal Pisah dengan KTM
Optimisme dari Amerika
Di tengah kacaunya pengembangan teknis, Miller menemukan pelipur lara dari atmosfer luar biasa di Austin.
Ia memuji pertumbuhan pesat basis penggemar MotoGP di Amerika Serikat yang kini memadati setiap sudut sirkuit, mulai dari bukit di tikungan 1 hingga tribun di Tikungan 15.
Miller mengapresiasi proaktifnya pengelola sirkuit dalam memperbaiki fasilitas dan aspal secara berkala.
Namun, dukungan penonton saja tidak bisa memenangkan balapan. Kini, bola panas ada di tangan para insinyur Yamaha di Jepang.
Miller dan seluruh kru berharap jeda tiga minggu sebelum seri Jerez bisa menjadi titik balik sebelum mereka benar-benar kehilangan momentum di musim yang semakin kompetitif ini.
(Tribunnews.com/Niken)