Piala Dunia 2026
Argentina dan Brasil Masuk Pusaran Polemik Pembayaran Pajak Hadiah Piala Dunia 2026 di AS
Pemerintahan Donald Trump haruskan timnas peserta dan pemain Piala Dunia 2026 harus membayar pajak hadiah selama bermain di Amerika Serikat.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah AS memiliki aturan pembayaran pajak hadiah bagi negara yang berpartisipasi di Piala Dunia 2026
- Beberapa timnas elite seperti Argentina dan Brasil belum menandatangani Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda, terancam membayar pajak lebih ke AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026
- Selain timnas, pemain juga akan dikenai pajak hadiah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah timnas elite di Piala Dunia 2026 seperti Brasil dan Argentina terlilit polemik pembayaran pajak hadiah yang diterapkan Amerika Serikat sebagai tuan rumah.
Sejumlah tim peserta Piala Dunia 2026 berpotensi menghadapi beban pajak signifikan saat berkompetisi di Amerika Serikat.
Hal itu dikarenakan FIFA belum mencapai kesepakatan pembebasan pajak dengan pemerintah negara tuan rumah bersama.
Lebih dari separuh negara yang berhak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 menghadapi biaya tambahan dan potensi kerugian akibat kegagalan FIFA mencapai kesepakatan bebas pajak yang komprehensif dengan pemerintah AS.
Perbedaan signifikan dalam perjanjian pajak internasional negara tuan rumah juga memperburuk situasi.
Sebagai organisasi nirlaba, FIFA telah dibebaskan dari pajak di AS sejak Piala Dunia 1994,
Tetapi pembebasan ini tidak berlaku untuk semua 48 tim yang berpartisipasi dalam babak kualifikasi.
Federasi sepak bola nasional dari tim-tim ini harus membayar berbagai pajak federal, negara bagian, dan kota atas pendapatan dari turnamen musim panas ini.
Menurut laporan The Guardian dilansir GOAL International, beban pajak akan jatuh secara tidak merata pada banyak asosiasi nasional yang lebih kecil, pemerintah yang tidak memiliki perjanjian pajak dengan AS.
Dari 48 negara yang berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia, hanya 18 yang telah menandatangani Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (DTA) dengan AS, di mana delegasi mereka dibebaskan dari pajak federal.
Mayoritas negara-negara ini berasal dari Eropa.
Selain dua negara tuan rumah bersama, Kanada dan Meksiko, beberapa negara non-Eropa yang telah menandatangani DTA adalah Australia, Mesir, Maroko, dan Afrika Selatan.
Baca juga: Gagal Loloskan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Resmi Angkat Koper
Oleh karena itu, banyak negara terkecil di Piala Dunia, seperti Curacao dan Tanjung Verde, yang berpartisipasi dalam turnamen untuk pertama kalinya, mungkin menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi daripada Inggris dan Prancis, yang telah menandatangani perjanjian penghindaran tarif ganda.
Menukil dari sumber yang sama, timnas raksasa Amerika Selatan, Argentina dan Brasil juga terlilit dalam polemik ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fifa-macthday-juni-2023-timnas-argentina-di-baijing_20230615_215335.jpg)