Selasa, 9 Juni 2026

Piala Dunia 2026

Argentina dan Brasil Masuk Pusaran Polemik Pembayaran Pajak Hadiah Piala Dunia 2026 di AS

Pemerintahan Donald Trump haruskan timnas peserta dan pemain Piala Dunia 2026 harus membayar pajak hadiah selama bermain di Amerika Serikat.

Tayang:
AFP/PEDRO PARDO
POLEMIK PAJAK HADIAH - Para pemain Argentina berfoto sebelum pertandingan persahabatan antara Australia dan Argentina di stadion pekerja di Beijing. Kamis (15 Juni 2023). Amerika Serikat menuntut setiap negara membayar pajak hadiah di Piala Dunia 2026. (Pedro Pardo / AFP) 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah timnas elite di Piala Dunia 2026 seperti Brasil dan Argentina terlilit polemik pembayaran pajak hadiah yang diterapkan Amerika Serikat sebagai tuan rumah.

Sejumlah tim peserta Piala Dunia 2026 berpotensi menghadapi beban pajak signifikan saat berkompetisi di Amerika Serikat.

Hal itu dikarenakan FIFA belum mencapai kesepakatan pembebasan pajak dengan pemerintah negara tuan rumah bersama.

Lebih dari separuh negara yang berhak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 menghadapi biaya tambahan dan potensi kerugian akibat kegagalan FIFA mencapai kesepakatan bebas pajak yang komprehensif dengan pemerintah AS.

TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Jelang FIFA World Cup 2026, Coca Cola Indonesia menggelar acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola, dimana acara ini memberikan kesempatan istimewa bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk melihat langsung The Original FIFA World Cup™ Trophy berbahan emas 18 karat, sekaligus merasakan euforia olahraga paling digemari di dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Perbedaan signifikan dalam perjanjian pajak internasional negara tuan rumah juga memperburuk situasi.

Sebagai organisasi nirlaba, FIFA telah dibebaskan dari pajak di AS sejak Piala Dunia 1994,

Tetapi pembebasan ini tidak berlaku untuk semua 48 tim yang berpartisipasi dalam babak kualifikasi.

Federasi sepak bola nasional dari tim-tim ini harus membayar berbagai pajak federal, negara bagian, dan kota atas pendapatan dari turnamen musim panas ini.

Menurut laporan The Guardian dilansir GOAL International, beban pajak akan jatuh secara tidak merata pada banyak asosiasi nasional yang lebih kecil, pemerintah yang tidak memiliki perjanjian pajak dengan AS.

Dari 48 negara yang berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia, hanya 18 yang telah menandatangani Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (DTA) dengan AS, di mana delegasi mereka dibebaskan dari pajak federal.

Mayoritas negara-negara ini berasal dari Eropa.

Selain dua negara tuan rumah bersama, Kanada dan Meksiko, beberapa negara non-Eropa yang telah menandatangani DTA adalah Australia, Mesir, Maroko, dan Afrika Selatan.

Baca juga: Gagal Loloskan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Resmi Angkat Koper

Oleh karena itu, banyak negara terkecil di Piala Dunia, seperti Curacao dan Tanjung Verde, yang berpartisipasi dalam turnamen untuk pertama kalinya, mungkin menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi daripada Inggris dan Prancis, yang telah menandatangani perjanjian penghindaran tarif ganda.

Menukil dari sumber yang sama, timnas raksasa Amerika Selatan, Argentina dan Brasil juga terlilit dalam polemik ini.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved