Minggu, 10 Mei 2026

BWF World Tour

Resmi Pensiun dari Badminton, Kilau Prestasi Viktor Axelsen Terus Bersinar

Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, resmi mengumumkan pensiun dari dunia yang membesarkan namanya di usia 32 tahun akibat cedera punggung.

Tayang:
Instagram @viktoraxelsen
VIKTOR AXELSEN - Ekspresi tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen saat berjuang di Hong Kong Open 2024 yang berlangsung di Hong Kong Coliseum pada 15 September 2024. Axelsen memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis lewat pengumuman yang disebar pada Rabu (15/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pebulu tangkis asal Denmark, Viktor Axelsen, memutuskan gantung raket di usia 32 tahun.
  • Faktor cedera menjadi penyebab utama dirinya mundur dari dunia yang membesarkan namanya ini.
  • Axelsen pernah menorehkan beberapa prestasi mentereng, seperti juara Olimpiade hingga BWF World Tour Finals lebih dari satu kali.

TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari badminton dunia dengan keputusan besar yang dibuat Viktor Axelsen.

Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, memutuskan pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya ini.

Keputusan tersebut disampaikan Axelsen saat melakukan wawancara dengan Badminton Eropa yang lantas diunggah ke laman resmi mereka pada Rabu (15/4/2026) pagi waktu setempat.

Alasan terbesar Axelsen mundur dari kancah bulu tangkis dunia adalah soal cedera punggung yang menerpanya.

Cedera tersebut mencegah Axelsen bisa kembali berlatih dan bermain di level yang ingin ia capai.

Padahal segala upaya sudah dijalankan pria berusia 32 tahun ini.

Namun kondisi punggungnya tak kunjung kembali ke keadaan semula.

Baca juga: 2 Fakta di Balik Absennya Viktor Axelsen dalam Skuad Denmark di Thomas Cup 2026

"Seperti yang banyak orang ketahui, saya telah cukup lama berjuang dengan masalah punggung saya," kata Axelsen.

"Setelah menjalani operasi pada April tahun lalu dan melalui proses rehabilitasi yang panjang, sayangnya saya mengalami kemunduran pada Oktober lalu."

"Sejak turnamen-turnamen tersebut, saya tidak dapat bermain atau berlatih pada tingkat yang diperlukan."

"Saya tidak bisa bermain atau berlatih karena rasa sakit, dan itulah sebabnya saya terpaksa mengambil keputusan yang sangat sulit ini," jelasnya.

AXELSEN - Reaksi Viktor Axelsen dari Denmark saat pertandingan tunggal putra melawan Kodai Naraoka dari Jepang di Final tur Dunia Bulu tangkis BWF di Hangzhou, Tiongkok (Foto arsip)
AXELSEN - Reaksi Viktor Axelsen dari Denmark saat pertandingan tunggal putra melawan Kodai Naraoka dari Jepang di Final tur Dunia Bulu tangkis BWF di Hangzhou, Tiongkok (Foto arsip) (STR / AFP)

Operasi yang dijalani Axelsen sempat membuat dirinya merasa lebih baik.

Namun jika dirinya terus memaksakan tampil di level tertinggi, rasa sakit itu akan menjadi lebih parah.

Jika itu terjadi, ia akan memerlukan tindakan medis yang lebih jauh lagi untuk memulihkan kondisinya.

"Mengambil keputusan ini sangatlah sulit dan terkadang terasa tidak adil. Di saat yang sama, tubuh saya telah melakukan pekerjaan luar biasa selama bertahun-tahun, dan saya menganggapnya sebagai sebuah kehormatan besar karena bisa bermain, berlatih, dan memenangkan begitu banyak turnamen besar di level tertinggi," akunya.

"Sangat sedikit orang yang bisa merasakan apa yang saya alami dan bertemu dengan begitu banyak orang hebat. Itulah sebabnya saya melihat kembali karier saya dengan penuh kebahagiaan."

"Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan dokter bedah yang mengoperasi saya tahun lalu, serta para dokter yang selama ini menangani saya."

"Mereka mengatakan, dengan rasa sakit yang saya alami sekarang, kemungkinan saya membutuhkan operasi lagi, dan jika itu tidak berjalan dengan baik, bahkan mungkin diperlukan prosedur yang lebih serius."

"Bagaimanapun juga, hal itu berarti saya tidak akan bisa bersaing di tingkat yang dibutuhkan. Jadi, ini adalah tanda dari tubuh saya untuk berhenti."

"Saya harus mengikuti saran dari para dokter," tambahnya.

Pensiunnya Axelsen tak akan membuat dirinya terlupakan dari bulu tangkis dunia.

Prestasi yang sudah ia torehkan selama berada di tingkat tertinggi menjadi salah satu yang terbaik.

Gelar terbesarnya tentu saja saat menjadi peraih medali emas di tingkat Olimpiade.

Ia melakukannya tak cuma satu kali, tetapi dua kali dirinya menjadi pemenang medali emas di cabor bulu tangkis Olimpiade.

Olimpiade Tokyo dan Paris menjadi saksi kehebatan Axelsen kala itu.

Dirinya juga pensiun dengan menenteng status sebagai dua kali juara dunia, juara Thomas Cup, dan tiga kali juara Eropa.

Axelsen juga menjadi sedikit pebulu tangkis dunia yang mampu mengoleksi setidaknya 10 gelar turnamen Super 1000.

Dirinya juga tiga kali menjadi juara di ajang BWF World Tour Finals, tempat di mana para pemain terbaik di sektor masing-masing berkumpul dan beradu untuk menjadi yang terbaik.

Seabrek prestasi tersebut bakal membuat nama Axelsen terus menjadi panutan pebulu tangkis di mana pun.

Beberapa Prestasi Mentereng Viktor Axelsen

  • 2 kali juara Olimpiade
  • 2 kali juara dunia badminton
  • 3 kali juara Eropa
  • 10 kali juara turnamen Super 1000
  • 3 kali juara BWF World Tour Finals
  • 3,5 tahun/183 pekan berada di ranking 1 dunia

(Tribunnews.com/Guruh)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved