Sabtu, 18 April 2026

Thomas dan Uber Cup

Manfaat Besar Tim Thomas dan Uber Cup Indonesia Berangkat Awal ke Denmark

Tim Thomas dan Uber Indonesia berangkat lebih awal untuk segera menyesuaikan diri dengan iklim dan keadaan di Denmark yang menjadi tuan rumah

Penulis: Guruh Putra Tama
Editor: Drajat Sugiri
Dok/BWF
THOMAS CUP - Perubahan daftar peserta Thomas Cup 2026 menyusul mundurnya Jerman pada Jumat (13/3/2026). Tim Thomas dan Uber Indonesia berangkat lebih awal ke Denmark dengan tujuan agar para pemain lebih bisa beradaptasi dengan baik. Dok/BWF 
Ringkasan Berita:
  • Tim Thomas dan Uber Indonesia berangkat menuju Denmark pada Kamis (17/4/2026) malam.
  • PBSI berharap dengan berangkat lebih awal, para pemain bisa melakukan adaptasi dengan baik.
  • Hal itu diharapkan berujung pada performa yang lebih baik pula saat tampil di Thomas dan Uber Cup nanti.

TRIBUNNEWS.COM - Tim bulu tangkis Indonesia yang akan tampil di ajang Thomas Cup dan Uber Cup bakal berangkat lebih awal menuju Denmark.

Menurut keterangan PBSI melalui unggahan di media sosial mereka, kontingen Indonesia berangkat pada Jumat (17/4/2026) malam ini.

Akan ada dua kloter keberangkatan yang membawa para jagoan bulu tangkis tanah air.

Kloter pertama akan mengambil rute penerbangan dari Jakarta menuju Singapura terlebih dahulu.

Setelah itu, mereka akan langsung menuju Kopenhagen dan menggunakan bus untuk sampai di Horsens yang menjadi venue pertandingan.

Sedangkan untuk para pemain yang ada di kloter kedua, rute keberangkatan awalnya adalah Jakarta menuju ke Amsterdam, Belanda.

Baca juga: 5 Tahun Berlalu, Tersisa 3 Pemain Skuad Juara Thomas Cup 2021 yang Kembali Jadi Andalan Indonesia

Selepas dari Amsterdam, pesawat akan menuju ke Kopenhagen.

Sesampainya di sana, para pemain akan menggunakan bus untuk menuju Horsens.

Kedatangan awal pasukan Indonesia ke Denmark bukannya tanpa alasan.

Diharapkan para pemain bisa melakukan aklimatisasi dengan lebih maksimal.

Aklimatisasi adalah proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap perubahan kondisi lingkungan, seperti suhu, ketinggian, kelembapan, atau kadar oksigen.

GINTING - Anthony Sinisuka Ginting takluk dari Shi Yu Qi dalam duel final Thomas Cup 2024. (PBSI)
GINTING - Anthony Sinisuka Ginting takluk dari Shi Yu Qi dalam duel final Thomas Cup 2024. (PBSI) ((PBSI))

Dengan hal itu, para pemain diharapkan tampil dengan lebih maksimal di kedua kancah yang berlangsung di sana.

Berdasarkan hasil undian, tim Thomas Indonesia tergabung dalam Grup D yang dihuni oleh lawan-lawan tangguh seperti Prancis, Thailand, dan Algeria.

Sementara itu, tim Uber Indonesia berada di Grup C bersama Taiwan, Kanada, dan Australia.

Menilik kedalaman skuad lawan, tantangan berat diprediksi akan menghampiri Anthony Sinisuka Ginting dan kolega di tim putra.

Sementara tim putri memiliki jalan yang relatif lebih terbuka di fase grup namun tetap penuh jebakan.

Grup D Thomas Cup 2026 layak dijuluki sebagai Grup Neraka. Pasalnya, kekuatan di grup ini terbilang sangat merata.

Prancis dan Thailand diprediksi akan menjadi batu sandungan utama bagi delegasi Merah Putih dalam memperebutkan dua tiket menuju perempat final.

Prancis kini bukan lagi tim medioker. Tim berjuluk Les Bleus tersebut memiliki kedalaman skuad yang menakutkan karena banyak pemainnya yang memiliki kemampuan bermain rangkap (tunggal dan ganda).

Strategi ini sering kali menjadi senjata rahasia yang mematikan. Popov bersaudara, Christo dan Toma Junior, adalah ancaman nyata.

Keduanya cukup baik bermain di sektor tunggal maupun ganda dengan intensitas yang sama.

Di sisi lain, Thailand membawa misi besar bersama sang juara dunia, Kunlavut Vitidsarn. Kunlavut dipastikan akan menjadi pendulang poin utama di sektor tunggal pertama.

Kekuatannya akan disokong oleh barisan pemain muda bertalenta seperti Pakkapon Teeraratsakul yang juga piawai bermain di nomor ganda.

Berbeda dengan sektor putra, tim Uber Indonesia memiliki peluang yang lebih lebar untuk melenggang ke babak delapan besar.

Di Grup C, rival terberat yang akan dihadapi adalah Taiwan dan Kanada.

Taiwan merupakan lawan paling kompetitif bagi Indonesia. Kedalaman skuad mereka sangat solid dengan jajaran pemain yang sudah merangsek ke peringkat 30 besar dunia.

Di sektor tunggal, Taiwan mengandalkan Chiu Pin-chian dan Huang Yu-shun. Sementara di sektor ganda, mereka memiliki armada kuat seperti Hsieh Pei-shan/Hung En-tzu serta pasangan senior Hsu Ya-ching/Sung Yu-hsuan.

Turnamen Thomas dan Uber sendiri akan digelar pada 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang.

(Tribunnews.com/Guruh/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved