Rabu, 29 April 2026

MotoGP

Bukan Cuma Rival, Marc Marquez Ternyata Menjelma Jadi Malaikat Penolong Jorge Martin

Di tengah kebuntuan medis yang mengancam karier Jorge Martin, sebuah panggilan telepon tak terduga dari sang rival, Marc Marquez.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Jorge Martin mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan Marc Marquez dalam memilih ahli bedah tepat
  • Martin berhasil tampil impresif dengan posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026
  • Martin tetap bersikap rendah hati dan hanya menargetkan posisi lima besar di GP Jerez

TRIBUNNEWS.COM - Menatap seri pembuka tur Eropa di Sirkuit Jerez akhir pekan ini, nama Jorge Martin berdiri kokoh di peringkat kedua klasemen sementara MotoGP 2026.

Bersama rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, pembalap nomor #89 menjelma menjadi momok menakutkan bagi pabrikan lain.

Namun, di balik kegemilangan podium dan kemenangan Sprint musim ini, terselip drama medis yang nyaris menghancurkan kariernya.

Siapa sangka, sosok yang paling berjasa menyelamatkannya di masa kelam tersebut adalah rival sekaligus seniornya, Marc Marquez.

Martin secara terbuka mengakui bahwa intervensi dari sang legenda adalah alasan mengapa ia masih bisa memutar gas motor RS-GP.

lihat fotoMOTOGP 2026 - Pembalap besutan Ducati Lenovo, Marc Marquez, asal Spanyol, saat beraksi dalam agenda balapan utama MotoGP Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA) pada 29 Maret 2026. (Foto: Ducati Lenovo)
MOTOGP 2026 - Pembalap besutan Ducati Lenovo, Marc Marquez, asal Spanyol, saat beraksi dalam agenda balapan utama MotoGP Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA) pada 29 Maret 2026. (Foto: Ducati Lenovo)

Misteri Cedera Motegi yang Menghantui

Kilas balik ke akhir musim 2025, Martin mengalami kecelakaan hebat di GP Motegi yang mengakibatkan patah tulang selangka yang parah.

Meski sempat dinyatakan fit untuk balapan penutup di Valencia, Martin merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Firasatnya benar, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa tulang selangkanya tidak menyambung sebagaimana mestinya.

Di tengah ketidakpastian masa depan dan kebingungan memilih meja operasi, sebuah panggilan telepon masuk. Itu adalah Marc Marquez.

Baca juga: Bezzecchi Merendah untuk Meroket, Murid Rossi Belum Kepikiran Juara Dunia MotoGP 2026

"Di saat saya merasa tidak yakin dan memiliki beberapa opsi ahli bedah, dia (Marquez) menasihati saya. Dia memberi tahu siapa yang menurutnya terbaik."

"Dan saya mengikutinya. Operasinya berjalan lancar, dan saya akan selalu berterima kasih atas telepon itu," ungkap Jorge Martin kepada Marca.com.

Keputusan tersebut memaksa Martin melewatkan tes pramusim pertama di Sepang pada Februari lalu.

Namun, berkat tangan dingin dokter rekomendasi Marquez, pemulihan Martin berjalan sangat cepat.

Ia langsung tancap gas dengan finis keempat dan kelima di seri pembuka Buriram, disusul podium ganda di Brasil, hingga puncaknya meraih kemenangan Sprint dan podium kedua di COTA.

Realistis di Tengah Dominasi Aprilia

Awal musim 2026 seolah menjadi milik Aprilia. Pabrikan asal Noale ini memimpin ketiga kategori kejuaraan yakni pembalap, tim, dan konstruktor.

Bezzecchi menyapu bersih kemenangan Grand Prix, sementara Martin melengkapinya dengan performa konsisten di jajaran depan. Kendati demikian, pembalap asal Spanyol ini enggan terbuai.

"Ini sangat luar biasa. Saya berharap bisa terus berada di jalur ini, menjaga konsistensi, dan mempertahankan perasaan positif dari Jerez dan Le Mans nanti."

"Perjalanan kejuaraan masih sangat panjang dan banyak balapan; penting untuk memulai dengan baik, tetapi kemudian Anda harus bisa mempertahankannya," imbuh kekasih Maria Matutez.

lihat fotoMARTIN DAN BEZZECCHI - Dua pembalap andalan Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi ketika kompak naik podium pertama dan kedua saat balapan utama MotoGP Brasil 2026 di Sirkuit Goiania, Brasil, pada 22 Maret 2026. Keharmonisan di garasi Aprilia Racing. (Foto: Aprilia)
MARTIN DAN BEZZECCHI - Dua pembalap andalan Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi ketika kompak naik podium pertama dan kedua saat balapan utama MotoGP Brasil 2026 di Sirkuit Goiania, Brasil, pada 22 Maret 2026. Keharmonisan di garasi Aprilia Racing. (Foto: Aprilia)

Menariknya, Martin justru memasang mode waspada tinggi untuk balapan di Jerez pekan ini.

Sirkuit ini memiliki catatan kelam bagi kariernya. Ia tercatat belum pernah sekalipun menyentuh garis finis dalam balapan Grand Prix di Jerez di kelas mana pun.

"Jerez akan menjadi lintasan yang sulit bagi saya dan bagi Aprilia. Saya pergi ke sana dengan ekspektasi rendah karena itu bukan salah satu lintasan favorit saya."

"Target saya adalah bertarung untuk posisi lima besar. Jika ada hasil yang lebih baik, saya akan menerimanya. Jika bisa bertarung untuk podium, itu akan luar biasa," kata Martin dengan nada realistis.

Gelar Juara Dunia: Mimpi atau Realita?

Dengan performa motor Aprilia yang tampak tanpa celah, banyak pihak mulai menjagokan Martin sebagai penantang serius gelar juara dunia 2026.

Namun, mengingat penderitaan fisik yang ia lalui pada Desember lalu, Martin menganggap pembicaraan soal gelar juara masih terlalu dini.

Baginya, bisa kembali bersaing di barisan depan saja sudah merupakan sebuah anugerah setelah dihantam cedera berkali-kali.

"Berpikir tentang Kejuaraan Dunia saat ini terasa seperti mimpi di siang bolong. Jelas kami semua di sini untuk menang, tapi melihat dari mana saya berasal dan setelah apa yang saya lalui."

"Berpikir soal gelar juara itu sedikit terlalu dini. Siapa yang tahu? Kita lihat saja jika kita punya peluang saat tersisa dua atau tiga balapan, kami akan memberikan segalanya," pungkas Martin.

(Tribunnews.com/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved