Thomas dan Uber Cup
Thomas Cup 2026: Mission Impossible Kanada Jegal India demi Lunasi Rasa Penasaran
Victor Lai pimpin skuad Kanada untuk menjegal laju India di Thomas Cup 2026 demi melunasi rasa penasaran ke perempat final.
Ringkasan Berita:
- Laga pembuka antara India dan Kanada menjadi penentu utama siapa yang akan mendampingi China ke babak perempat final
- Cedera bahu Satwiksairaj Rankireddy menjadi titik lemah India yang siap dimanfaatkan oleh ganda putra Kanada untuk mencuri poin
- Dipimpin oleh Victor Lai, Kanada berambisi menembus perempat final untuk pertama kalinya
TRIBUNNEWS.COM - Laga pembuka Grup A Thomas Cup 2026 yang mempertemukan India melawan Kanada pada Jumat (24/4/2026) diprediksi bukan sekadar pertandingan formalitas.
Pertemuan kedua delegasi dinilai akan jadi pertaruhan untuk memetakan siapa yang akan lolos dari fase grup gelaran Thomas Cup 2026.
Bagi Kanada, laga melawan India adalah segalanya.
Terjebak di grup neraka bersama China dan tim kuda hitam Australia, bentrokan kontra India dipandang sebagai final dini.
Siapa pun yang memenangkan duel ini, hampir dipastikan akan mengamankan tiket perempat final mendampingi juara bertahan, China.
Ujian Berat India
Menilik rekam jejak dan peringkat dunia, India jelas menyandang status unggulan utama.
Mereka memiliki mesin poin mematikan pada diri Lakshya Sen dan Ayush Shetty di sektor tunggal.
Sementara di sektor ganda, pasangan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty tetap menjadi momok.
Namun, celah mulai terlihat. Kondisi bahu Rankireddy yang sempat dibekap cedera sejak Swiss Open 2026 menjadi tanda tanya besar.
Ketidakhadiran ritme bertanding sang raksasa ganda putra ini bisa menjadi celah yang siap dieksploitasi delegasi Kanada.
Tuah Victor Lai dan Momentum Kanada
Berbeda dengan edisi sebelumnya, Kanada datang ke Horsens dengan kepercayaan diri penuh.
Sosok Victor Lai menjadi sorotan utama setelah tampil fenomenal sepanjang musim lalu.
Keberhasilannya menembus semifinal India Open dan All England, serta menyabet gelar juara Pan Am Championships, membuktikan bahwa ia siap meladeni tunggal putra elite.
Brian Yang, yang turun sebagai tunggal kedua, meskipun sedang berjuang menemukan konsistensi.
Ia sadar betul bahwa laga ini adalah momentum untuk memutus tren negatif pribadinya sekaligus mengangkat martabat timnya.
Baca juga: Romantisme Hendra Setiawan dan Herry IP Terulang di Thomas Cup 2026, Peran Sama tapi Berlawanan
"Kami memiliki tim yang cukup solid tahun ini. Ada beberapa pemain baru yang bergabung, jadi ini pengalaman berharga bagi mereka. Banyak orang tidak berharap terlalu banyak dari kami karena berada di grup yang berat, tapi kami akan memberikan yang terbaik."
"Kami punya peluang lebih besar untuk mengejutkan India, jadi fokus utama kami ada di sana," ujar Brian Yang mengutip BWF.
Brian juga mengakui adanya tantangan mental yang menyelimutinya belakangan ini.
"Secara pribadi, tahun ini tidak berjalan terlalu baik bagi saya. Eksekusi di lapangan dan hambatan mental masih menjadi masalah, terutama saat tekanan turnamen mulai terasa. Jika kami tampil apik di sini, itu akan mendongkrak kepercayaan diri saya," jelas Brian.
Ambisi Memecah Kebuntuan Lima Tahun
Bagi andalan ganda putra Kanada, Kevin Lee, edisi 2026 bukan sekadar turnamen biasa.
Setelah lima tahun beruntun membela Kanada di Thomas Cup tanpa pernah mencicipi babak perempat final, ia merasa tahun ini adalah waktu yang tepat untuk mendobrak tradisi tersebut.
"Victor bisa menang melawan siapa pun di dunia, dan Brian di tunggal kedua sangat kuat. Jika ganda kami bisa memberikan perlawanan sengit, saya berharap ada kejutan besar."
"Saya sudah bermain di ajang beregu selama lima tahun dan kami belum pernah lolos ke perempat final. Tahun ini terasa berbeda, dan itu akan sangat luar biasa," tegas Lee.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Thomas Cup 2022, di mana India menang telak 5-0 sebelum akhirnya keluar sebagai juara.
Namun, skor akhir tersebut tidak menggambarkan betapa sengitnya perlawanan Brian Yang dan Victor Lai yang memaksa laga hingga rubber game.
Kini, dengan skuad yang lebih matang dan kondisi lawan yang tidak seratus persen prima, Kanada siap membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim pelengkap.
(Tribunnews.com/Niken)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.