Minggu, 3 Mei 2026

Thomas dan Uber Cup

Ganda Korea Pintar Ubah Tempo, Ana/Tiwi Gagal di Semifinal Uber Cup 2026

Ana/Tiwi takluk dari Baek Ha Na/Lee So Hee lewat pertarungan tiga gim 16-21, 21-19, 15-21.

Tayang:
Tribunnews.com/Dok: PBSI
KALAH DI SEMIFINAL - Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, gagal menyamakan kedudukan saat menghadapi Korea Selatan pada semifinal Uber Cup 2026 di Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026). Ana/Tiwi takluk dari Baek Ha Na/Lee So Hee lewat pertarungan tiga gim 16-21, 21-19, 15-21. dok: PBSI 

Lawan Ubah Tempo, Ana/Tiwi Gagal Bendung Ganda Korea di Semifinal Uber Cup 2026

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, gagal menyamakan kedudukan saat menghadapi Korea Selatan pada semifinal Uber Cup 2026 di Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026).

Ana/Tiwi takluk dari Baek Ha Na/Lee So Hee lewat pertarungan tiga gim 16-21, 21-19, 15-21.

Hasil tersebut membuat Indonesia tertinggal 0-2 dari Korea Selatan setelah sebelumnya Putri Kusuma Wardani juga kalah dari An Se Young di partai tunggal pertama.

Usai pertandingan, Tiwi tetap bersyukur bisa menyelesaikan laga dengan maksimal meski hasil belum berpihak kepada Indonesia.

“Tetap mengucap syukur alhamdulillah dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik, walaupun hasilnya masih tidak sesuai yang kita inginkan. Tapi kami tadi sudah mencoba yang terbaik,” ujar Tiwi.

Tiwi juga mengatakan chemistry bersama Ana tidak sulit dibangun kembali meski sempat ada perubahan pola permainan.

Menurutnya, komunikasi di lapangan berjalan cukup baik karena keduanya masih rutin berlatih bersama.

“Tidak sulit mengembalikan chemistry yang dulu saat berpasangan walau ada perubahan sedikit dari segi pola bermain kami berdua. Karena kan karena sering latihan juga bareng, dari komunikasi tadi berjalan lancar dengan Ana,” ungkap Tiwi.

Sementara itu, Ana mengungkapkan pertandingan berlangsung ketat dengan banyak rally panjang sehingga kedua pasangan sama-sama kesulitan mendapatkan poin.

“Memang tadi pertandingan cukup ramai dan lama, baik kami maupun lawan memang sama-sama susah dapat poin,”

“Maksudnya banyak rally-rally jadi sebenarnya pola yang diterapkan sudah benar tapi ada beberapa poin yang kami fokusnya turun dan akhirnya pengembalian bolanya salah,” terang Ana.

Menurut Ana, perubahan tempo permainan pasangan Korea Selatan di akhir gim ketiga menjadi faktor penentu kekalahan mereka.

“Di akhir-akhir gim ketiga mereka memang mempercepat pola. Memainkan ritme dari yang satu-satu lalu tiba-tiba dipercepat, itu yang membuat kami jadi dalam posisi terus tertekan,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved