Jumat, 29 Mei 2026

BWF World Tour

Malaysia Serasa Rumah Kedua bagi Ratchanok Intanon, Dominasi di Axiata Arena Terus Berlanjut

Ratchanok Intanon kembali berjaya di Axiata Arena setelah menjuarai Malaysia Masters 2026 dan menyebut Malaysia sebagai rumah keduanya.

Tayang:
Editor: Dwi Setiawan
Dok/BWF
SELEBRASI - Tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, mengekspresikan kegembiraannya setelah memenangkan partai final Kumamoto Masters 2025 melawan tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska, pada 16 November 2025. Ratchanok Intanon kembali berjaya di Axiata Arena setelah menjuarai Malaysia Masters 2026 dan menyebut Malaysia sebagai rumah keduanya. (Foto Arsip November). Dok/BWF 
Ringkasan Berita:
  • Ratchanok Intanon kembali menunjukkan dominasinya di Axiata Arena setelah sukses meraih gelar juara Malaysia Masters 2026
  • Tunggal putri ranking tujuh dunia tersebut mengalahkan wakil China, Chen Yufei, dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-15, Minggu (24/5/2026)
  • Intanon pun mengaku selalu merasa nyaman bermain di Axiata Arena dan bahkan menyebut Malaysia sebagai rumah keduanya

TRIBUNNEWS.COM - Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara di ajang Malaysia Masters 2026.

Bertempat di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Intanon juara Malaysia Masters 2026 seusai sukses menaklukkan unggulan pertama asal China, Chen Yufei, dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-15, Minggu (24/5/2026).

Hasil tersebut membuat Intanon resmi mengoleksi tiga gelar Malaysia Masters setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2018 dan 2019.

Catatan itu menjadikannya sebagai tunggal putri dengan gelar terbanyak Malaysia Masters sejak dihelat pada 2009.

Di bawah Intanon, ada P. V. Sindhu (India) dan Wang Zhiyi (China) yang sama-sama mengoleksi dua gelar Malaysia Masters.

Sindhu berhasil menjuarai turnamen pada edisi 2013 dan 2016, sedangkan Wang Zhiyi menjadi kampiun pada 2024 dan 2025.

Baca juga: Hasil Final Malaysia Masters 2026: 2 Wakil China Pecah Telur, Intanon Bungkam Chen Yu Fei

Ratchanok Intanon dari Thailand melakukan pukulan ke Soniia Cheah Malaysia dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis tunggal putri selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 28 Juli 2021.
RATCHANOK INTANON - Ratchanok Intanon dari Thailand melakukan pukulan ke Soniia Cheah Malaysia dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis tunggal putri selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 28 Juli 2021. Ratchanok Intanon kembali berjaya di Axiata Arena setelah menjuarai Malaysia Masters 2026 dan menyebut Malaysia sebagai rumah keduanya. (Alexander NEMENOV / AFP) (Arsip)

Tidak hanya berjaya di Malaysia Masters, Intanon juga memiliki catatan apik di Malaysia Open yang sama-sama digelar di Axiata Arena.

Ia tercatat pernah menjuarai Malaysia Open pada edisi 2016 dan 2022.

Hingga kini, Intanon masih menjadi satu-satunya tunggal putri Thailand yang mampu meraih gelar di turnamen level Super 1000 tersebut.

Malaysia Serasa Rumah Kedua bagi Intanon

Berkaca dari pencapaiannya saat bertanding di Axiata Arena, Intanon kemudian menjelaskan alasannya.

Intanon mengungkapkan bahwa dirinya selalu merasa nyaman setiap kali bertanding di Axiata Arena

Tunggal putri ranking tujuh dunia itu bahkan menyebut Malaysia seperti rumah keduanya.

"Ini seperti rumah kedua, saya bisa bilang seperti itu," kata Intanon, dikutip dari New Strait Times.

Baca juga: Mesir Resmi Gantikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026

Menurutnya, suasana di Malaysia cukup mirip dengan Thailand sehingga membuat dirinya lebih rileks saat bermain.

"Rasanya cukup mirip dengan Thailand. Kadang-kadang ketika saya bermain di Thailand Open, saya biasanya bermain dengan tekanan yang besar. Tapi di sini saya bermain dengan cukup santai dan bisa memainkan permainan yang benar-benar ingin saya tampilkan," lanjutnya.

Sempat Takut karena Cedera

Di balik keberhasilannya meraih gelar juara, Intanon ternyata sempat dihantui rasa khawatir akibat cedera yang dialaminya saat tampil di Thailand Open pekan sebelumnya.

Pebulu tangkis kelahiran 5 Februari 1995 itu mengaku trauma dengan cedera yang masih membekas dalam pikirannya.

Meski begitu, Intanon mencoba untuk tetap berpikir positif dan menikmati setiap proses yang dijalaninya.

"Saya sedikit takut, seperti ada bekas luka di hati akibat cedera itu."

"Saat bangun tidur, saya hanya berusaha melakukan yang terbaik setiap hari. Saya mencoba membuat hati saya bahagia jika saya masih bisa membuka mata," ungkap Intanon.

Selebrasi Tidur dan 6-7 Jadi Perhatian

Selain penampilannya di lapangan, Intanon juga mencuri perhatian lewat selebrasi unik yang dilakukannya selama turnamen berlangsung.

Salah satunya adalah pose "tidur" yang ternyata terinspirasi dari jadwal pertandingan malam hari.

"Untuk selebrasi tidur, saya memulainya setelah bermain di pertandingan larut malam, seperti pukul 10 atau 11 malam. Pose itu seperti saya sedang mengucapkan selamat malam," jelas Intanon.

Tak hanya itu, selebrasi "6-7" yang sedang populer di kalangan Generasi Alpha juga ikut diperagakannya.

Ia pun mengaku senang ketika para penonton meneriakkan nama dirinya dengan tambahan tren tersebut.

"Itu sedang viral di kalangan Gen Alpha. Jadi saya merasa bisa memenangkan hati mereka."

"Ketika mereka memanggil nama saya, ‘Intanon 6-7’, saya merasa seperti masih muda dan semakin menikmati bermain di sini," ujarnya.

Masih Memiliki Ambisi Tampil di Olimpiade 2028

Meski telah berusia 31 tahun, Intanon menegaskan dirinya masih memiliki motivasi besar untuk terus bersaing di level tertinggi, termasuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.

Namun, ia menyadari persaingan untuk mendapatkan tiket Olimpiade akan semakin berat karena banyak pemain muda Thailand yang mulai berkembang.

"Saya tidak tahu apakah saya bisa lolos ke Olimpiade atau tidak karena generasi muda Thailand juga sedang bermunculan sekarang," tambah Intanon.

Meski begitu, Intanon memastikan dirinya tidak ingin sekadar tampil jika nantinya berhasil lolos ke Los Angeles.

"Jika saya bisa pergi ke Olimpiade, saya tidak ingin hanya berada di sana demi mencetak rekor penampilan kelima. Saya ingin memenangkan medali."

"Aku harus berjuang dengan segenap kekuatanku," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Isnaini)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved