BWF World Tour
Adaptasi Jadi Kunci Jonatan Christie Lewati Laga Perdana Polytron Indonesia Open 2026
Kekalahan di Singapore Open membawa hikmah bagi Jojo untuk menghemat tenaga menghadapi Polytron Indonesia Open 2026.
Adaptasi Jadi Kunci Jonatan Christie Sukses Lewati Laga Perdana Polytron Indonesia Open 2026
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, memulai langkahnya di ajang Polytron Indonesia Open 2026 dengan hasil positif usai mengalahkan wakil Singapura, Jia Heng Jason secara straight game, 21-16, 21-15, Istora Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Meski meraih kemenangan cukup meyakinkan, pria yang akrab disapa Jojo tersebut mengaku tidak mudah menjalani laga perdananya di turnamen level Super 1000 tersebut.
Menurutnya, proses adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi tantangan yang harus dihadapi sejak awal pertandingan.
“Puji Tuhan bisa lolos ke babak berikutnya. Tadi memang saya sedikit mengalami adaptasi di awal-awal pertandingan. Yang pasti, di setiap turnamen, babak pertama itu tidak pernah mudah karena harus beradaptasi dengan lapangan dan kondisi yang ada. Tapi saya bersyukur bisa melewati itu dan cukup senang dengan hasil hari ini," ujar Jojo seusai laga.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Jojo yang sebelumnya harus tersingkir lebih cepat di Singapore Open 2026.
Namun Jojo menegaskan tidak pernah menganggap kekalahan di Singapura sebagai cara untuk menghemat tenaga menghadapi Indonesia Open.
Menurutnya, setiap atlet selalu berusaha tampil maksimal di setiap turnamen yang diikuti.
Hanya, hasil yang kurang memuaskan di Singapura memberinya waktu lebih banyak untuk memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menuju Indonesia Open.
“Namanya kalah tentu tidak ada yang menginginkan. Yang pasti saya juga ingin melangkah sejauh mungkin di Singapore Open karena poinnya cukup besar. Namun karena harus terhenti di babak pertama, saya jadi punya waktu lebih untuk recovery dan mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Open,” terangnya.
Lebih lanjut, pebulutangkis berusia 28 tahun itu menyebut bahwa Indonesia Open tahun ini memiliki arti spesial baginya.
Pasalnya, hingga saat ini, juara Asian Games 2018 tersebut belum pernah meraih gelar juara di turnamen level Super 1000 tersebut.
Untuk itu, Jojo bersama tim menjadikan Indonesia Open 2026 sebagai salah satu target terbesar sepanjang musim ini.
“Indonesia Open menjadi target terbesar saya tahun ini. Selain karena saya belum pernah meraih gelar juara Indonesia Open, saya dan tim juga memutuskan bahwa turnamen ini menjadi salah satu target utama kami. Saya ingin memberikan yang terbaik dan mudah-mudahan bisa meraih gelar juara," tegasnya.
Meski demikian, Jojo mengatakan dirinya tidak ingin terbebani target besar tersebut.
Ia memilih fokus menjalani setiap pertandingan secara bertahap demi menjaga konsistensi penampilan.
"Terlepas dari itu saya ingin fokus menjalani pertandingan satu demi satu terlebih dahulu," ujarnya.
Terkait performanya yang sempat naik turun setelah mencapai final India Open awal tahun ini, pebulutangkis jebolan PB Tangkas Jakarta itu menilai setiap turnamen memiliki tantangan berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung.
Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah karakteristik shuttlecock yang digunakan di setiap turnamen.
"Setiap turnamen memiliki kesulitannya masing-masing. Shuttlecock yang digunakan juga berbeda-beda dan memiliki karakteristik serta feeling touch yang berbeda. Jadi saya rasa tidak bisa disamakan karena setiap pertandingan punya tantangan dan lawan yang berbeda. Saya lebih memilih fokus kepada diri sendiri terlebih dahulu,” pungkasnya.
Pada pertandingan babak kedua atau 16 besar Polytron Indonesia Open 2026, Jonatan Christie akan bertemu pemenang antara Alwi Farhan kontra Lakshya Sen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/LOLOS-KE-BABAK-KEDUA-Pebulutangkis-tunggal-putra-Indonesia-Jonatan-Christie.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.