BWF World Tour
Rekor Lagi dari An Se-young, Si Bocah Ajaib Total Kumpulkan Uang Hadiah Rp54 Miliar
An Se-young menjadi pebulu tangkis pertama dalam sejarah yang berhasil mengumpulkan uang hadiah senilai $3 juta atau sekira Rp54 miliar.
Ringkasan Berita:
- An Se-young menjadi pebulu tangkis pertama yang berhasil meraih total uang hadiah senilai 3 juta Dollar Amerika Serikat di sepanjang kariernya.
- Padahal baru pada akhir tahun 2025 lalu ia mencapai angka total hadiah 1 juta Dollar Amerika Serikat setelah memenangi BWF World Tour Finals.
- Cepatnya An Se-young menambah pundi uangnya sekaligus menjadi gambaran dominasi sang pemain di sektor tunggal putri.
TRIBUNNEWS.COM - Pebulu tangkis putri Korea Selatan, An Se-young belum berhenti mencatatkan rekor-rekor baru di cabang olahraga satu ini.
Setelah memenangi ajang Indonesia Open 2026 beberapa waktu lalu, An Se-young resmi mendapatkan sebuah tahta baru.
Ia kini menjadi pebulu tangkis pertama yang berhasil meraih uang hadiah dengan total 3 juta Dollar Amerika Serikat.
Jika dikonversi ke Rupiah, An Se-young sekiranya sudah mengumpulkan hadiah senilai Rp54 miliar.
Jumlah yang sangat luar biasa bagi atlet yang baru berusia 24 tahun tersebut.
BWF selaku Federasi Bulu Tangkis Dunia, membagikan pencapaian luar biasa dari sang atlet itu melalui akun media sosial mereka.
Padahal belum berjalak terlalu lama, An Se-young juga pernah mencatatkan pencapaian meraih uang hadiah di total angka 1 juta Dollar Amerika Serikat.
Baca juga: An Se-young Tambah Gelar Lagi di Polytron Indonesia Open, 2026 Tetap Takkan Sempurna
Ia melakukannya setelah menjadi pemenang di ajang BWF World Tour Finals 2025 yang digelar akhir tahun lalu.
Ternyata ia tak perlu banyak waktu untuk bisa mengumpulkan uang hadiah senilai 3 juta Dollar Amerika Serikat.
Hal tersebut juga menyiratkan betapa dominannya An Se-young di sektor tunggal putri.
Nyaris tak ada pemain yang bisa mengalahkan si Bocah Ajaib ketika dirinya berada di permainan terbaik.
Mulai dari Wang Zhiyi, Akane Yamaguchi, dan Chen Yufei sudah mencoba kesempatannya masing-masing.
Namun, performa ASY dalam dua tahun terakhir memang luar biasa.
Ia menunjukkan kebolehannya beradu menepak bulu angsa saat tampil di Indonesia Open 2026 lalu.
Langkah An Se-young relatif mulus, kecuali ketika ia menginjak babak semifinal.
Pada fase ini, ia nyaris tumbang ketika berhadapan dengan pebulu tangkis China, Chen Yufei.
Laga antara An Se-young dan Chen Yufei berlangsung ketat dan saling kejar-mengejar angka hingga tiga gim lamanya.
Pada dua gim awal, kedua pemain saling berbagi kemenangan.
An Se-young memetik kemenangan di gim pertama dengan skor 21-17.
Sedangkan gim kedua berpindah untuk kemenangan Chen Yufei dengan skor tipis 19-21.
Drama yang sesungguhnya terjadi di gim ketiga yang sekaligus menjadi penentu.
Pada awalnya, gim ini berlangsung sebagaimana layaknya pertandingan biasa.
Kedua pemain saling membalas serangan dan berusaha memperoleh angka demi angka.
An Se-young bahkan sempat unggul terlebih dahulu dengan skor 4-2 atas Chen Yufei.
Namun angka 4 menjadi skor yang harus digenggam An Se-young di sisa beberapa poin selanjutnya.
Pasalnya Chen Yufei berhasil bangkit, mengejar, menyamakan, dan unggul dari An Se-young.
Tak cuma unggul, ia juga meninggalkan pebulu tangkis Korea Selatan itu dengan skor 6-11 di interval.
Situasi semakin mengenaskan bagi ASY ketika Chen mendekati kemenangan dengan kedudukan 7-17.
Benar, skor 7-17 bagi keunggulan Chen Yufei atas An Se-young di gim ketiga di ajang Super 1000 yang dianggap salah satu yang paling dinanti di dunia.
Namun di situlah letak pertemuan antara keajaiban, tekad, mentalitas, dan kemampuan An Se-young sebagai pemain nomor 1 dunia.
Ia membuang jauh kata-kata menyerah dari kepalanya dan terus meladeni jual beli serangan dari Chen.
Pada akhirnya, An Se-young bisa sedikit melepaskan diri dari tekanan lawan dengan gantian melancarkan serangan.
Ia bisa memperoleh dua angka tambahan dan mengubah skor menjadi 9-17.
Skor yang mulanya 9, berubah menjadi 12-17 bagi ASY secara perlahan.
Namun, Chen tak tinggal diam dengan langsung kembali meningkatkan tempo.
Pemain asal China ini berhasil menyentuh angka 20 terlebih dahulu, ketika An Se-young masih berusaha mengejar dan baru sampai di angka 16.
Itu saja sebenarnya sudah menjadi perjuangan yang luar biasa bagi ASY.
Namun ternyata itu tak cukup bagi dirinya.
Ia tak membiarkan Chen Yufei memperoleh angka kemenangan hingga dirinya juga sampai di angka 20.
Alhasil, skor 20-20 memaksa adanya deuce bagi keduanya.
Hal tersebut jelas memberikan pukulan besar bagi Chen Yufei yang sudah unggul 10 poin dari An Se-young sebelumnya.
Pada akhirnya, ASY-lah yang bisa membalikkan defisit 10 poin itu menjadi kemenangan 23-21 atas Chen Yufei.
Ia tak menyiakan kesempatan tersebut dengan meneruskan langkah dan menjadi juara Polytron Indonesia Open 2026.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/JUARA-TURNAMEN-Ratu-bulu-tangkis-dunia-asal-Korea-Selatan-An-Se-young.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.