Minggu, 11 Januari 2026

PSSI versus LPI

90 Persen Klub di PSSI Tak Cerminkan Kemandirian Klub

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Bahlan mengkritisi persoalan klub yang menasbihkan diri sebagai klub profesional.

Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Bahlan mengkritisi persoalan klub yang menasbihkan diri sebagai klub profesional. Namun kenyataannya, khususnya para peserta Indonesia Super League (ISL), sedikitnya 90 persen bergantung kepada APBD dan tidak dikelola secara profesional.

"Ini tidak mencerminkan kemandirian klub," tegasnya dalam diskusi Klub Sepakbola Tanpa APBD di kantor LBH, Jakarta, Minggu (16/1/2011).

Ia melihat transparansi dan akuntabilitas dana APBD yang diberikan kepada klub masih sangat minim. Betapa tidak, pihak klub tidak pernah menyampaikan pendapatan klub di luar APBD sepertri sponsor, hak siar dan lain sebagainya.

"Bagaimana publik akan tahu kalau real kontrak seorang pemain Rp 100 juta, tapi kontrak tidak pernah dipublikasikan dengan terbuka, begitu juga gaji pemain," ujarnya.

Menurut Dahlan, sebaiknya APBD dialihkan untuk pembinaan pemain usia dini daripada diberikan kepada klub yang tidak jelas penggunaannya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Borneo FC
17
12
1
4
31
16
15
37
2
Persija Jakarta
16
11
2
3
32
13
19
35
3
Persib
16
11
2
3
26
11
15
35
4
Malut United
17
10
4
3
33
19
14
34
5
Persita
17
9
4
4
24
14
10
31
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved