Pelatihan Timnas U 23
Suporter Boikot Laga Timnas vs Turkmenistan Tuntut Nurdin Turun
Kecewa dengan kinerja Nurdin Halid dan para kroninya di PSSI, kelompok suporter Sriwijaya FC memboikot laga Timnas U-23 lawan Turmenistan
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kecewa dengan kinerja Nurdin Halid dan para kroninya di PSSI, membuat kelompok suporter Sriwijaya FC yang biasa disebut Singa Ngamuk (Singa) Mania menggelar aksi damai di Simpang Empat DPRD Sumsel, Selasa (22/2/2011).
Mereka menolak Nurdin Halid menjadi Ketua Umum PB PSSI Pusat. Singa Mania juga akan memboikot laga Timnas Indonesia versus Turkmenistan, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (23/2/2011).
Demo yang dipimpin Ketua Singa Mania Dedi Pranata ini, menggelar orasi. Selanjunya puluhan massa bergerak sembari membagi-bagikan pamflet yang berisi penolakan terhadap Nurdin.
Para suporter Sriwijaya FC ini meminta ada revolusi di tubuh PSSI terbuka."Kami akan melakukan demo saat Timnas bertanding lawan Turkmenistan pada Rabu (23/2/2011). Bukannya kami tidak ingin memberikan dukungan, tetapi ini luapan kekecewaan kami akan tindakan pengurus di bawah kepemimpinan Nurdin Halid," kata Frans sapaannya.
Singa Mania juga membuat tiga tuntutan. Pertama, meminta petinggi PSSI berhenti melakukan politisasi terhadap Timnas. Sebab, mereka sangat kecewa mendengar adanya statement yang menyebutkan bahwa, prestasi Timnas pada ajang Asian Football Federation (AFF) Cup lalu, merupakan prestasi Ketua Umum PSSI dan partai politik.
"Pernyataan itu, merupakan sesuatu yang sangat menyakitkan publik pecinta sepakbola nasional, sebab semua perjuangan masyarakat Indonesia," urai Frans.
Kedua Singa Mania meminta ditegakkannya peraturan saat kongres PSSI nanti. Mereka menuntut peninjauan hasil keputusan tim verifikasi untuk membatalkan keputusan yang menggugurkan calon ketua umum lainnya.
Tuntutan ketiga adalah dikembalikannya harkat dan jati diri PSSI. "Kami meminta kongres ini berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," urai Frans.
Dalam orasinya, Frans berjanji akan mengerahkan ribuan anggotanya yang berasal dari ratusan Korwil yang ada di Sumsel guna aksi damai di seputaran Stadion Gelora Jakabaring saat berlangsungnya laga Timnas versus Turkmenistan.
"Kami juga mengharapkan kepada pemilik suara Sumsel saat kongres PSSI anti yakni Pengprov PSSI Sumsel dan SFC tidak memiliki NH," ungkap Frans.