Mesut Özil: Aku Hanya Membela Keyakinanku
Skuad Real Madrid Mesut Özil mengaku tidak bersalah dengan apa yang dilakukannya saat skuad Madrid dan Barcelona terlibat aksi ricuh
TRIBUNNEWS.COM - Skuad Real Madrid Mesut Özil mengaku tidak bersalah dengan apa yang dilakukannya saat skuad Madrid dan Barcelona terlibat aksi ricuh.
Özil diganjar kartu merah karena dianggap melakukan tindakan agresif terhadap pemain Barcelona, khususnya David Villa. Dalam video rekaman saat insiden terjadi, Özil memang terlihat begitu emosi setelah terlibat perseteruan dengan Villa.
Kala itu Özil yang tengah berada di bangku cadangan ikut berkerumun di tengah para pemain dan staf yang terlibat keributan. Ketika itu pula terlihat Villa mendorong Özil dari belakang, hingga membuat suasana semakin memanas.
Beberapa pihak mengklaim kala itu ada serangan verbal dari Villa yang melecehkan Özil. Ejekan bernada rasialis tersebut yang lantas membuat gelandang timnas Jerman keturunan Turki tersebut berang dan tampak sangat emosi.
"Aku tidak bersalah!" tegas Özil kepada Bild . "Hal itu bisa dilihat sendiri di televisi. Ketika rekan-rekanku di serang, aku hanya mencoba membantu."
Sementara itu, seperti diilansir dari Football.fr , Özil mengatakan, "Aku melakukan itu karena membela agamaku. Villa telah menghina agamaku," tegas dia.
Dari kubu Barcelona sendiri, Villa memilih diam mengenai perseteruan dengan Özil di pinggir lapangan tersebut. Dia memilih melanjutkan euforia kemenanga Barcelona di ajang Piala Super Spanyol itu.
Padahal, dalam klausul kontrak Villa bersama Barcelona saat ditandatangani pada 2010 terdapat klausul antirasialis.
"Pemain tidak akan bertindak atau menunjukkan tindakan rasialis dalam berbagai bentuk, baik sepanjang permainan maupun dalam seluruh tugas resmi klub. Klub bakal secara tegas menghukum seluruh tindakan diskriminasi atau rasis, sesuai perjanjian ini," bunyi klausul yang terdapat dalam kontrak Villa.
Insien ini pun agaknya bakal dilanjutkan melalui investigasi yang akan dilakukan RFEF selaku badan tertinggi sepak bola Spanyol.