Kerusuhan Mesir
Tiga Pemain Timnas Mesir Trauma Kerusuhan Mesir
Apa yang terjadi di Port Said saat pertandingan Al-Masry melawan Al-Ahly memang mengerikan
TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Apa yang terjadi di Port Said saat pertandingan Al-Masry melawan Al-Ahly memang mengerikan. Lebih dari 70 fans merenggang nyawa dan ratusan lainnya luka-luka akibat kerusuhan antarfans.
Akibat kejadian tersebut, tiga pemain Al-Ahly yang juga pemain timnas Mesir, Mohamed Aboutrika, Mohamed Barakat, dan Emad Moteab menyatakan pensiun dari sepak bola. Ketiganya mengaku trauma dengan apa yang dilihatnya.
Aboutrika dan Moteab berbicara kepada Al-Ahly TV mengaku tidak ingin bermain sepak bola lagi karena insiden berdarah tersebut. Sedangkan, Barakat hanya mengatakan tidak tahu kapan akan kembali bermain lagi.
Tak hanya pemain, pelatih Al-Ahly, Manuel Jose pun langsung memutus kontrak bersama Al-Ahly dan kembali ke Portugal. "Saya menerima tendangan dan pukulan di kepala, leher, dan kaki. Saat menuju ruang ganti, saya melihat banyak fans yang tewas. Para pemain tidak terluka, namun perasaan kami sedih melihat banyak fans yang tewas," jelas Jose.
Pemerintah Mesir pun tak tinggal diam. Perdana Menteri, Kamal El-Ganzouri, menghukum seluruh petinggi asosiasi sepak bola Mesir dan kepala kepolisian setempat. Tak hanya itu, permintaan mundur Gubernur Port Said, Mohamed Abdullah, juga diluluskan pemerintah Mesir.