Liga Super Indonesia
Hanya Isu, Wacana Merger Deltras dan Pelita Jaya
Belum ada pembahasan tentang rencana merger
TRIBUNNEWS.COM,SIDOARJO- Santernya isu merger antara Pelita Jaya Karawang dengan Deltras Sidoarjo, tampaknya hanya isapan jempol belaka.
Setidaknya, hal inilah yang diungkapkan oleh pihak manajemen Deltras. Pasalnya, hingga detik ini, Deltras belum menerima permintaan atau undangan, baik dari pihak Pelita Jaya maupun PT Liga Indonesia.
Media Officer Deltras Sidoarjo, Caturahadi, mengungkapkan, sejauh ini wacana tentang merger Pelita Jaya dan Deltras hanya sebatas ramai di telinga saja.
Namun, tidak ada tindakan kongkrit dalam pengupayaan merger ini.
"Belum ada pembahasan tentang rencana merger. Kalau wacana ini memang benar ada, tentunya sudah ada pembicaraan. Tapi mana, kok sampai sekarang belum ada apa-apa," kata Catur, sapaan akrab Caturahadi, Selasa (31/7/2012).
Wacana merger ini mencuat ke permukaan dengan pertimbangan, baik Pelita Jaya dan Deltras adalah dua klub yang memiliki sumber dana yang sama, yakni dari Bakrie Grup.
Nah, dengan dilakukan merger tentunya akan menekan dana operasional klub karena, jika merger berhasil, dua klub akan menjadi satu.
"Tapi jujur, saya nggak tahu siapa yang pertama kali menerbitkan wacana merger ini. Tiba-tiba kok sudah ramai diperbincangkan di media," tandas Catur.
Selain bertujuan menyatukan dua klub milik Bakrie Grup ini dengan maksud bisa menekan anggaran, merger juga diyakini bisa menyelamatkan Deltras dari degradasi, serta dari hantaman masalah klasik, yakni finansial.
Gaji pemain Deltras belum dibayar hingga enam bulan lamanya.
Menurut Catur, wacana yang riil untuk saat ini adalah tentang pembahasan format kompetisi yang akan digulirkan di musim mendatang. Sejauh ini, meskipun belum ada kesepakatan tentang format kompetisi, apakah menggunakan zona dua wilayah atau tetap sama dengan musim sebelummnya, namun wacana ini sungguh-sungguh riil.
"Karena tanggal 24 September mendatang akan ada rapat Join Komite (Liga Prima Indonesia dan Liga Super Indonesia) yang membahas format kompetisi mendatang," kata Catur.
Ditambahkan Catur, jika format kompetisi menggunakan sistem zona dua wilayah yang mengharuskan banyak peserta, tentunya Deltras tidak terdegradasi dan tetap bermain di level tertinggi.
Tapi jika formatnya sama seperti musim sebelumnya, artinya ada LPI dan LSI, maka Deltras tetap degradasi terjun ke Divisi Utama.