Konflik PSSI
Tri Goestoro: Saya Ikhlas Mengundurkan Diri
Kabar miring mengikuti pengunduran diri Tri Goestoro dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PSSI
TRIBUNNEWS.COM – Kabar miring mengikuti pengunduran diri Tri Goestoro dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PSSI. Sejumlah kabar menyebutkan bahwa Tri mundur karena ada tekanan dari beberapa pihak. Namun berita tersebut langsung ditampik Tri Goestoro, dalam konferensi pers di kantor PSSI, Selasa (4/9/2012).
“Salah satu alasan pengunduran diri saya adalah karena memiliki masalah pribadi yang tidak dapat dijalankan bersamaan dengan jabatan sebagai Sekjen PSSI. Ke depan memang pekerjaan di PSSI ini memerlukan konsentrasi dan fokus lebih. Sedangkan ada masalah pribadi yang harus diselesaikan, sehingga jika kedua pekerjaan ini dijalankan bersama sulit untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Surat pengunduran diri Tri Goestoro telah diserahkan kepada Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di kantor PSSI, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (3/9/2012). Menurut Tri Goestoro, tidak seorang pun yang mendorongnya mundur dari posisi Sekjen.
“Jika ada perbedaan pendapat, itu wajar-wajar saja. Jangan sampai hal itu tidak ada solusi penyelesainnya. Perbedaan pendapat sesuatu yang wajar di organisasi. Setiap ada masalah harus didiskusikan. Yang penting harus dicari solusi untuk pemecahan jalan keluarnya, jadi tidak ada tekanan,” kata Tri Goestoro.
Tri Goestoro telah menjadi Sekjen untuk kedua kali, setelah Djohar Arifin Husin terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, dalam Kongres Luar Biasa di Solo, 2011 lalu. Sebelumnya Tri Goestoro pernah menjabat Sekjen pada periode Ketua Umum PSSI Agum Gumelar.
Secara khusus, Djohar Arifin Husin meminta Tri Goestoro membantu pengurus PSSI dalam menjalankan roda kepengurusan. Pernyataan Djohar Arifin Husin diamini oleh Tri Goestoro dengan mengatakan, meski sudah tidak menjabat sebagai Sekjen, dia akan tetap membantu PSSI membangun sepakbola Indonesia, termasuk mendampingi calon Sekjen dalam masa transisi ini, hingga pelaksanaan tugas-tugas yang belum diselesaikan dapat berjalan dengan baik.