Senin, 1 Juni 2026

Alan Pardew Tuntut Teknologi Garis Gawang Segera Diterapkan

Kontroversi soal masuk tidaknya bola kembali terjadi. Kali ini mewarnai laga Everton kontra Newcastle United di Liga Primer Inggris

Tayang:
Penulis: Komang Agus Ruspawan

TRIBUNNEWS.COM – Kontroversi soal masuk tidaknya bola kembali terjadi. Kali ini mewarnai laga Everton kontra Newcastle United di Liga Primer Inggris, Selasa (18/9/2012) dinihari.

Harusnya Everton mendapat satu gol tambahan ketika di menit ke-79 saat sundulan Victor Anichebe sudah melewati garis gawang. Bola kemudian disapu oleh Michael Williamson tepat di garis gawang.

Dari pengakuan kiper Newcastle, Steve Harper, bola sebenarnya sudah melewati garis gawang. Akan tetapi hakim garis tidak melihatnya sehingga memutuskan tidak terjadi gol.

Insiden ini pun kembali membangkitkan hasrat para pelaku sepakbola untuk memakai teknologi garis gawang. Termasuk dari Manajer Newcastle, Alan Pardew.

"Tim teknis saya mengatakan bola sudah melewati garis gawang. Saya sudah katakan kepada semuanya, seluruh manajer Liga Primer memiliki pandangan sama, bahwa teknologi harus masuk (digunakan)," ujarnya dikutip daily mail.

Usulan penggunaan teknologi garis gawang atau goal-line technology (GLT) guna membantu wasit meminimalisir keraguan soal akurasi masuk tidaknya bola selama pertandingan sudah lama mencuat.

Namun sampai saat ini federasi sepakbola dunia (FIFA) dan federasi sepakbola Eropa (UEFA) masih pro dan kontra. Presiden FIFA Sepp Blatter setuju penerapan GLT sedang Presiden UEFA Michel Platini menolak dengan tegas.

Blatter sudah mengijinkan penerapan GLT. Sementara Platini masih belum rela bila sepakbola kehilangan sisi 'kemanusiaannya' dan harus tunduk pada hakim gawang baru bernama 'teknologi'.(Tribunnews/ka7)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved