Bob Hippy: Lionel Charbonier akan Urus Pendanaan Dari FIFA ke PSSI
Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memperkenalkan dua pelatih asing
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memperkenalkan dua pelatih asing, Lionel Charbonier dan Paolo Camargo untuk membantu meningkatkan tim nasional Indonesia. Lionel Charbonier diproyeksikan untuk menempati posisi Direktur Teknik Timnas Indonesia sedangkan Paolo Camargo menjadi pelatih timnas U-14.
Salah satu anggota Exco PSSI, Bob Hippy mengatakan, Lionel Charbonier akan membantu urusan teknik para pemain. Dia akan dibantu oleh Danurwindo selaku Asisten Direktur Teknik.
“Selain menjadi direktur teknik, Lionel akan membantu kami untuk menjembatani hubungan antara PSSI, AFC, dan FIFA. Sebab dia memiliki hubungan baik dengan mereka. Dia akan mengurusi pendanaan bantuan yang diberikan oleh FIFA kepada PSSI yang diberikan dua kali dalam setahun,” ujarnya ditemui di Kantor PSSI, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Sedangkan untuk Paolo Camargo, Bob Hippy menjelaskan, mantan pelatih Persibo Bojonegoro itu akan membantu di dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi timnas U-14.
“Kami saat ini sedang fokus melakukan pembinaan usia muda. Keinginan dia sangat besar untuk membangun sepakbola Indonesia, karena melihat potensi yang ada,” katanya.
Menurutnya, kedua pelatih tersebut saat ini sedang menunggu Surat Keputusan dari PSSI mengenai penunjukan. Setelah itu mereka akan bertugas sesuai wewenangannya masing-masing.
Sementara itu, salah satu anggota Exco PSSI, Sihar Sitorus mengatakan, alasan Exco menjalin kesepakatan dengan kedua pelatih asing tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi yang dilakukan oleh PSSI untuk meningkatkan kemampuan timnas Indonesia.
Organisasi pimpinan Djohar Arifin Husin itu sedang mempersiapkan program-program untuk meningkatkan prestasi timnas.Program tersebut ditujukan untuk menunjang timnas sejak di U-14 sampai timnas senior.
“Kita mencari orang-orang yang memiliki track record bagus untuk mengisi struktur timnas. Selama ini kelemahan kita adalah mempersiapkan semuanya selalu dengan instan. Diperlukan orang yang handal untuk melaksanakan program jangka pendek dan menengah. Mereka diharapkan dapat menjalankan program yang ada,” tuturnya.
Baca juga: