Liga Prima Indonesia
Gaji Pemain PSM Makassar Mulai Dibayarkan
Karena 'sindiran' pemain yang hanya makan mi instan, gaji 31 pemain klub berjuluk Ayam Jantan dari Timur, mulai dibayarkan.
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Likuiditas keuangan yang mendera manajamen klub PSM Makassar berangsur teratasi, setahap demi setahap.
Karena 'sindiran' pemain yang hanya makan mi instan, gaji 31 pemain klub berjuluk Ayam Jantan dari Timur, mulai dibayarkan.
Sedangkan asrama pemain yang selama ini menyebar, kini mulai disatukan dalam sebuah mes khusus di Jalan Haji Bau, Makassar.
"Jangan sampai pemain kecewa," kata Pelatih PSM Makassar Petar Segart, usai memimpin latihan anak asuhnya di Lapangan Karebosi, Jumat (8/2/2013).
"Saya senang karena pemain akhirnya bisa menempati mess. Hanya, pemain akan masuk secara bertahap. Yang pasti, perlahan masalah di tim mulai ada solusi. Terima kasih Tribun telah membantu pemberitaan," ujar pelatih berusia 46 tahun.
Keputusan membayar gaji pemain yang tertunda dua pekan, sekaligus sinyal masih adanya masalah yang dihadapi PSM menjelang Liga Primer Indonesia (LPI) dimulai, Sabtu (16/2/2013) pekan depan.
PSM bergabung dengan 16 klub eks Liga Indonesia Super (ISL) di LPI. Laga tandang perdana PSM melawan Manokwari, 23 Februari mendatang.
Ruslan, Sekretaris Tim PSM mewakili manajemen menyebutkan, dana sudah siap ditransfer, namun baru bisa dikirim ke rekening tiap pemain hari ini, Sabtu (9/2/2013).
“Sabtu baru bisa. Karena itu, pemain diharapkan mau latihan dulu,” jelas Ruslan.
Karena janji tersebut, para pemain PSM membatalkan niat mogok latihan yang sempat direncanakan, Jumat kemarin. Sejatinya, para pemain sudah mogok berlatih, karena deadline yang diberikan pukul 15.00 WITA.
Masalah gaji bukan hal baru bagi penggawa PSM. Musim lalu, hal serupa terjadi. Bahkan, para pemain sempat tak menikmati hasil keringatnya selama empat bulan, pada kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) musim lalu.
Pemain sekaligus kapten PSM Andi Oddang berharap, kali ini manajemen benar-benar menepati janjinya. Sebab, kata dia, para pemain sangat butuh uang untuk biaya hidup di Makassar.
"Ya, mudah-mudahan saja kali ini manajemen tidak ingkar janji. Hari ini (kemarin) pemain harus rela latihan tanpa gaji yang jelas, dan itu sangat berat. Jangan terus-terusan teman makan mi instan," harapnya.
Hal senada juga disampaikan Fandi Edi. Pemain bernomor punggung 22, berharap janji tersebut bukan sekadar omongan.
”Karena, saya dan teman-teman sangat butuh. Bisa makan bergizi, bukan mi instan. Juga butuh mess pemain,” tuturnya.
Tak hanya menanggapi soal pembayaran gaji yang telat, Manajemen PSM juga menjawab kebutuhan mess pemain. Para pemain PSM akan menempati mess baru secara bertahap mulai hari ini, Sabtu, di Jalan Haji Bau, Makassar.
"Besok (hari ini) pemain akan mulai menempati mes. Tapi mungkin belum semua pemain akan tinggal, secara bertahap dan diprioritaskan yang berasal dari luar Makassar," papar Ruslan.
Mes pemain memang terbilang sangat penting. Sejak menggelar latihan awal November 2012, para pemain terpaksa tinggal di rumah keluarganya masing-masing. Bahkan, yang tidak punya keluarga di Makassar, harus sewa rumah atau mengontrak. (*)