Tak Pernah Juara Liga, Penyeselan Carragher Sebelum Pensiun
Bek Liverpool Jamie Carragher tengah bersiap untuk pertandingan terakhirnya sebagai pemain Liverpool
TRIBUNNEWS.COM - Bek Liverpool Jamie Carragher tengah bersiap untuk pertandingan terakhirnya sebagai pemain Liverpool saat menjamu Queens Park Ranger di Stadion Anfield, Minggu (19/5/2013) nanti. Laga tersebut adalah laga pamungkas bagi Carra setelah dia memutuskan pensiun.
16 tahun memperkuat Liverpool menempatkan Carragher sebagai salah satu legenda The Reds. Dia adalah salah satu pemain paling loyal buat klub Merseyside karena hanya bermain di satu klub di sepanjang karier profesionalnya.
700 pertandingan lebih telah dilakoni bek berusia 35 tahun di pentas Premier League. Dia juga tercatat sebagai salah satu pemain Liverpool terbanyak main di kompetisi Eropa dengan 150 pertandingan.
Angka-angka tersebut menunjukkan betapa besar loyalitas dan kesetian Carragher buat The Reds. Sayangnya di penghujung kariernya ada sebuah kekecewaan dirasakan Carragher sebelum dia gantung sepatu.
Carragher mengakui hal paling mengecewakan selama 16 tahun memperkuat The Reds adalah gagal memberikan trofi Liga Primer Inggris. Selama membela Liverpool, Carragher bisa memberikan trofi Liga Champions pada 2005 dengan mengalahkan AC Milan di final.
Namun hal itu tak pernah terjadi di kompetisi domestik. Peluang terbesar didapat pada musim 2008/09, ketika mereka mencatat rekor raihan poin klub, yakni 86, dan hanya menelan dua kekalahan. Tapi mereka masih berada di bawah Manchester United.
"Saya berharap bisa memenangi liga. Namun Anda sudah memberikan segalanya, dan melakukan semaksimal mungkin. Kami semua tidak terlalu bagus. Itu sangat mudah. Tidak ada alasan apa pun. Tim lain di musim tertentu itu lebih baik dari kami." kata Carragher di goal.com.
"Beberapa kali hampir saja menjadi juara, tapi justru Manchester United dan Arsenal. Ini bukan sesuatu yang membuat saya tidur nyenyak. Saya beruntung bisa mendapatkan beberapa hal." tambahnya.
Memang ada perasaan tidak sempurna dirasakan Carragher ketika dia mengakhiri karier tanpa pernah merasakan gelar juara Premier League. Gelar juara Eropa yang pernah jadi ukuran kejayaan The Reds pun dirasakan hampa.
Apalagi di masa sekarang, gelar Liverpool sebagai salah satu tim tersukses di kompetisi Premier League telah dilampaui Manchester United. United sudah 20 kali meraih juara Liga Inggris melewati 18 trofi yang dikoleksi Liverpool.
Carragher mengawali karier sepakbolanya di Liverpool Academy, dia menjalani debut profesional pertamanya pada musim 1996-97 dan langsung jadi pemain reguler di sepanjang musim tersebut.
Kedatangan pelatih asal Spanyol Rafael Benitez mematenkannya sebagai pemain yang bermain di posisi full back. Karena kegarangannya di sektor pertahanan, Carragher jadi bek yang ditakuti para striker lawan.
Penghargaan yang diterima Carragher bersama Liverpool adalah dua kali meraih gelar juara FA Cups, tiga kali juara League Cups, dua trofi juara Community Shields, satu trofi Champions League, satu trofi UEFA Cup dan dua trofi juara Super Cups.
Di level Internasional, Carragher tercatat sebagai pemain terbanyak menyimpan caps di level under-21 dalam skuad timnas Inggris. Dia melakoni debut di tim senior Three Lions pada tahun 1999.
Carragher kemudian jadi representasi timnas Inggris di ajang Euro dan Piala Dunia 2006. Pada akhirnya pemain kelahiran Merseyside ini memutuskan untuk pensiun dari timnas pada tahun 2007.
Dalam skuat timnas senior Inggris, Carragher dia tercatat memiliki 38 caps internasional. Pada akhirnya, Carragher menyadari tak ada yang sempurna dalam hidup. Meski di masa akhir karier masih ada kekecewaan, dia akan selalu dikenang sebagi legenda Liverpool yang setia dengan loyalitas tanpa batas.(Tribunnews.com/cen)