Liga Super Indonesia
Ada Asap Tebal, Persib Terancam Kena Sanksi
Pertandingan dihentikan selama kurang lebih tiga menit hingga asap tebal berangsur-angsur menipis
TRIBUNNEWS,COM, SOREANG - Pertandingan Persib kontra Persepam MU di Stadion Si Jalak Harupat kemarin diwarnai dengan terhentinya pertandingan di menit-menit akhir babak kedua.
Pertandingan yang sebenarnya sedang berjalan panas disaat tim tamu tertinggal satu gol terpaksa dihentikan sesaat oleh wasit Husni akibat asap tebal yang menyelimuti lapangan Si Jalak Harupat. Asap tebal tersebut bersumber dari mercon atau kembang api yang dinyalakan bobotoh di tiga tribun, yaitu tribun timur, utara dan selatan.
Karena asap tebal ini mengganggu pandangan para pemain dan membahayakan pernapasan karena berbau menyengat, wasit Husni memutuskan untuk menghentikan pertandingan di menit ke-86 setelah berdiskusi terlebih dahulu dengan Inspektur Pertandingan.
Pertandingan dihentikan selama kurang lebih tiga menit hingga asap tebal berangsur-angsur menipis dan tidak terlalu menghalangi pandangan pemain di lapangan.
Sekretaris Pertandingan Budi Bram Rahman mengatakan "aksi" oknum bobotoh itu bisa menyebabkan panpel pertandingan dikenai teguran hingga sanksi dari PT Liga Indonesia. "Ya, kemungkinan kami akan kena tegur," kata Budi seusai pertandingan.
Menurut Budi, teguran tersebut bisa diberikan kepada Panpel Persib karena bukti-b
Buktinya memang bisa dilihat dengan jelas oleh Komisi Pertandingan. "Apalagi (pertandingan) ini disiarkan langsung di televisi," katanya.
Budi menuturkan teguran itu bisa disampaikan secara lisan dan tertulis kepada Panpel Persib tergantung dari hasil investigasi PT Liga Indonesia. Bahkan bisa saja jika hal itu dianggap memberatkan, pihaknya bisa dikenai sanksi. "Namun ya kami berharap tidak (dikenai sanksi). Mungkin kalau teguran sih iya (diterima). Tapi ya mudah-mudahan saja tidak," harap Budi.
Budi sendiri mengaku sangat mengapresiasi aksi kreatif yang dilakukan para bobotoh melalui kembang api atau mercon itu. Namun Budi mengimbau para nonotoh agar melihat timing yang tepat saat akan menyalakan kembang api.
"Mungkin lebih baik kalau menyalakannya saat pertandingan berakhir. Menurut saya itu lebih bagus," katanya. (set/tribun jabar)