Andibachtiar Lebih Pilih Widodo dan Ricky
Andi terkesan dengan jejak rekam Widodo dan Ricky. Nama Widodo mentereng sejak mencetak gol salto spektakuler ke gawang Kuwait.
TRIBUNNEWS.COM - Sutradara dan komentator sepak bola nasional, Andibachtiar Yusuf, memasang duet Widodo C Putra dan Ricky Yacobi ke dalam kerangka tim idamannya.
Andi malah tidak memasukkan nama pencetak gol terbanyak untuk tim nasional, Bambang Pamungkas, talenta asal Papua, Boas Solossa, dan gelandang muda Ahmad Bustomi.
Andi terkesan dengan jejak rekam Widodo dan Ricky. Nama Widodo mentereng sejak mencetak gol salto spektakuler ke gawang Kuwait, pada fase penyisihan grup Piala Asia 1996.
Adapun Ricky membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987. Ricky punya gaya khas. Pria asal Medan itu mendapat julukan Paul Brietner Indonesia.
Wajahnya yang lumayan ganteng dan rambutnya yang gondrong membuat Ricky begitu dikenal. Aksi puncakya terjadi pada Asian Games 1986, di Korea Selatan.
"Tidak ada alasan khusus penyusunan tim ini. Saya memang suka saja utak-atik dan menurut saya Widodo dan Ricky punya kelas tersendiri," kata Andi kepada Berita Kota Super Ball, Selasa (18/6) petang.
Andi menyusun tim dengan formasi 4-4-2. Lini tengah diisi Elie Aiboy, Zulkarnaen Lubis, Heri Kiswanto, Rully Nere. Sektor penjaga gawang ditempati Hendro Kartiko.
Kuartet pertahanan bermaterikan Rastomoyo, Robby Darwis, Sugiantoro, dan Aji Santoso.
Nama terakhir kini menjadi asisten pelatih tim nasional U-23 Indonesia Untuk pelapis, Andi memilih penjaga gawang Ponirin Meka, bek sayap Anang Maruf, gelandang Ansari Lubis, dan trio penyerang Kurniawan Dwi Yulianto, Budi Sudarsono, dan Rochy Putiray.
Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball