Selasa, 7 April 2026

Terkait Evan Dimas, PSSI Diminta Tahu Diri dan Tak Bersikap Seperti Anak TK

PSSI seharusnya tidak menolak anak bangsa yang telah berhasil membawa nama baik dunia sepak bola Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM – Nasrullah Larada, anggota Komisi X DPR RI yang membidangi masalah olahraga, menyayangkan sikap PSSI yang menolak permohonan alih status Evan Dimas dari pemain amatir ke profesional, dengan alasan klub asal Evanm yakni Persebaya 1927, tidak diakui sebagai anggota PSSI.

Sementara Andik Vermansyah yang berasal dari klub yang sama, Persebaya 1927, juga terancam tidak mendapat international transfer certificate (ITC) dari PSSI.

"Terkait Evan Dimas, seharusnya PSSI tahu diri dan punya rasa malu," tegas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini kepada Tribunnews.com, Senin (14/10/2013).

Dia mengatakan, PSSI seharusnya tidak menolak anak bangsa yang telah berhasil membawa nama baik dunia sepak bola Indonesia. Tapi, sudah selayaknya Evan Dimas diapresiasi dan diberi kesempatan untuk terus berkarier. "Bukan justru bersikap seperti anak TK, yang selalu iri jika ada orang yang berprestasi," sindirnya.

Harus diakui, kata dia, saat ini PSSI sudah tidak punya harga diri lagi dengan tidak mengangkat status Evan Dimas. Sepertinya para pengurus PSSI punya jasa besar dalam membina anak-anak bangsa berprestasi di dunia sepak bola, padahal nol besar.

Dia mengatakan, Evan Dimas tidak sedang berpolitik seperti halnya pengurus PSSI. Tapi Evan Dimas sedang berjuang keras mengangkat martabat bangsa yang terpuruk didunia sepak bola.

Sebelumnya, Sekretaris PT Liga yang juga menjabat Deputi Bidang Organisasi PSSI Tigor Shalom Boboy mengatakan, sebenarnya Evan Dimas masih dimungkinkan mendapat status resmi sebagai pemain profesional. Syaratnya, dia mau bergabung dengan klub lain di luar Persebaya 1927.

Persebaya 1927 adalah klub yang berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (IPL). Dalam konsep penyatuan liga, Maret silam, PSSI menjabarkan empat tahap, dimulai dari menyusun regulasi, verifikasi klub (November-Desember), finalisasi jumlah klub peserta kompetisi pada Desember, dan peluncuran kompetisi baru pada Januari 2014.

Untuk kompetisi profesional paling elite akan terdiri atas 22 klub, gabungan dari 18 klub Liga Super Indonesia (ISL) dan 4 klub IPL, ditentukan dari hasil kompetisi musim ini. Namun, untuk klub IPL yang punya ”kembaran” di ISL dan masuk empat besar, klub IPL itu (ada tambahan istilah dan bukan anggota PSSI) akan dicoret dan digantikan klub di bawahnya yang tidak bermasalah.

"Permasalahannya adalah klub tempatnya (Evan) bernaung itu statusnya tidak diakui PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia. Status Evan Dimas menjadi pemain profesional bisa diakui federasi kalau ia terdaftar sebagai pemain di klub profesional yang diakui PSSI. Intinya, kami tidak pernah mempersulit pemain," tutur Tigor.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Persib
26
19
4
3
45
14
31
61
2
Borneo FC
26
18
3
5
51
26
25
57
3
Persija Jakarta
26
16
4
6
47
25
22
52
4
Malut United
26
13
7
6
52
33
19
46
5
Bhayangkara FC
26
13
5
8
35
29
6
44
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved