Breaking News:

Disiarkan TV Penyebab Timnas U-19 Demam Panggung

Pelatih mental timnas Indonesia U-19, Guntur Cahyo Utomo, menilai beberapa pemain masih mengalami kendala dalam sisi mental.

antara foto
esepakbola Timnas Indonesia U-19, Ilham Udin Armayn (kedua kanan) melakukan selebrasi bersama rekannya seusai mencetak gol ke gawang PSS Sleman pada pertandingan ujicoba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin (3/2/2014). Timnas menang dengan skor 1-3. ANTARA FOTO/Noveradika. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Pelatih mental timnas Indonesia U-19, Guntur Cahyo Utomo, menilai beberapa pemain masih mengalami kendala dalam sisi mental. Terlihat di laga menghadapi tim Pra PON Daerah Istimewa Yogyakarta, ketidaksiapan mental membuat penampilan para pemain belum bisa menampilkan permainan terbaik.

“Beberapa pemain tampil perdana di TV. Mereka disorot jutaan warga Indonesia. Ini menjadi beban. Sehingga mereka tidak memperlihatkan potensi terbaik. Mereka masih berpikir di luar sepak bola,” tutur Guntur saat dihubungi, Sabtu (8/2/2014).

Di pertandingan di Stadion Mandala Krida, Jumat (7/2/2014) malam, pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, melakukan rotasi pemain. Praktis hanya penjaga gawang, Ravi Murdianto, yang berada di tim utama. Sementara, 10 pemain lainnya tidak diturunkan sejak menit pertama.

Sebagai gantinya, Indra Sjafri memilih memainkan para pemain yang jarang mendapatkan kesempatan bermain. Mereka diantaranya, Eriyanto, Ryuji Utomo, Ichsan Kurniawan, dan Reza Pahlevi.

Hasilnya, pada babak pertama skuat Garuda Jaya tertinggal 1-2. Namun, berhasil membalikkan kedudukan hingga akhirnya mampu meraih kemenangan 3-2. Tiga gol Timnas U-19 dicetak oleh Reza Pahlevi Sitorus (44'), Ryuji Utomo (84'), dan Septian David Maulana (87'). Sementara dua gol Pra PON DIY diborong oleh Martinus Novianto menit ke 19 dan 42.

Setelah pertandingan menghadapi tim Pra PON Daerah Istimewa Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, mengaku akan melakukan identifikasi kepada para pemain untuk melihat permasalahan apa yang terjadi di masing-masing individu.

Dia menilai, melalui proses pembelajaran perlahan-lahan membuat kondisi mental pemain dapat membaik. Namun, ini tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, tetapi perlu tahapan yang memakan waktu cukup lama.

“Saya akan melakukan identifikasi ke masing-masing pemain. Apa yang masih kurang. Proses ini dilakukan secara bertahap. Pertandingan uji coba dimaksudkan sebagai sarana belajar bagi para pemain,” katanya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved